Bupati Mimika Tegaskan Petugas Kebersihan Fokus di Jalan, Ajak Warga Kelola Sampah Jadi Uang
- account_circle Admin
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Bupati Kabupaten Mimika, Johannes Rettob, menegaskan bahwa petugas kebersihan tidak akan dialihkan tugasnya ke distrik-distrik. Mereka tetap difokuskan pada pembersihan median dan ruas jalan.
“Petugas sampah tidak dialihkan ke distrik. Yang kita arahkan adalah pembersihan median di jalan dan ruas jalan. Penanganan sampah di jalan masih ditangani oleh petugas sendiri,” ujar Johannes Rettob di sela-sela kegiatannya, Rabu (29/4/2026).
Sementara itu, untuk tingkat distrik dan kelurahan, pemerintah mendorong pembentukan bank sampah. Program berbasis bank sampah dinilai sudah berjalan dan sangat membantu masyarakat, bukan hanya dari sisi kebersihan tetapi juga ekonomi.
Bupati menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat bahwa sampah dapat menghasilkan uang.
“Jangan hanya bertanya ‘apakah masyarakat tetap mau mendapatkan uang?padahal bank sampah itu bisa menghasilkan uang. Edukasi itu penting. Kita bisa mendapatkan uang dari kegiatan bank sampah,” jelasnya.
Johannes Rettob memberikan dua contoh nyata keberhasilan program bank sampah di Kabupaten Mimika:
1. Masjid di SP4 – Masjid tersebut mengumpulkan sampah dan menjadikannya sebagai sumber infak. Sampah dibawa ke bank sampah, lalu diambil oleh pengelola. Hasilnya digunakan untuk membangun masjid.
2. Salah satu kerukunan di Mimika – Kelompok ini berhasil mengumpulkan uang dalam jumlah besar dari pengelolaan bank sampah. “Dia punya uang sudah banyak dari bak sampah ini saja, karena dia menggunakan dengan baik. Masyarakat mengerjakan langsung di aksi,” pungkas Bupati.
Dengan adanya bank sampah yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat, pemerintah berharap kesadaran kebersihan sekaligus pemberdayaan ekonomi warga dapat berjalan beriringan. (Red)
- Penulis: Admin







