Pemerintah Kelurahan Wangon Terkendala Armada dan Biaya Atasi Sampah
- account_circle Admin
- calendar_month 15 menit yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Penanganan sampah di Kelurahan Wanagon, Distrik Mimika Baru, masih berjalan meskipun dengan berbagai keterbatasan. Petugas kebersihan yang terdiri dari tiga orang tetap melakukan pengangkutan sampah dari rumah ke rumah. Namun, kelurahan ini sangat membutuhkan tambahan armada untuk mengoptimalkan pengangkutan.
Kepala Kelurahan Wanagon, Yance Buinei, saat ditemui pada Rabu (29/4/2026) menjelaskan, pengangkutan sampah hanya bisa maksimal jika armada dan biaya operasional ditambah. Wilayah Kelurahan Wanagon cukup luas, ditambah dengan adanya beberapa perumahan baru di kawasan Warna Gondrong yang belum terlayani karena kekurangan armada.
“Warga di perumahan baru terpaksa menitipkan sampah di jembatan-jembatan SP2 untuk kemudian diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup. Itu dilakukan karena kami terbatas armada,” ujar Yance.
Dari segi pendanaan, Kelurahan Wanagon hanya mengandalkan anggaran APBD yang disalurkan melalui distrik sebesar Rp46 juta per triwulan. Dengan luas wilayah yang mencakup 20 rukun tetangga (RT), Yance menilai anggaran tersebut sangat tidak memadai.
“Selain keterbatasan anggaran, kendaraan yang ada juga rusak. Untuk bahan bakar, kami harus menggunakan Pertamax, bukan Pertalite. Satu kali isi, selisih liternya cukup besar,” keluhnya.
Yance berharap pemerintah daerah dan pimpinan di atas memberikan perhatian lebih. Ia mengusulkan agar alokasi anggaran penanganan sampah tidak hanya difokuskan pada Dinas Lingkungan Hidup, tetapi juga diserahkan ke distrik agar bisa dikelola langsung oleh kelurahan.
“Jika tidak ada perhatian, sampah akan semakin menumpuk di jalan-jalan. Biaya kurang, tenaga berkurang, dan sampah semakin bertambah. Kami butuh pengelolaan yang lebih baik agar penanganan sampah bisa berjalan maksimal,” pungkasnya. (Red)
- Penulis: Admin







