Angka Stunting Turun Drastis, Kampung Mawokauw Jaya Jadi Percontohan Nasional
- account_circle Admin
- calendar_month 7 menit yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Pemerintah Kampung Mawokauw Jaya bersama DP3AP2KB Kabupaten Mimika menggelar kegiatan intervensi Program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) di Balai Kampung Mawokauw Jaya, Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan penurunan stunting sekaligus penguatan program Kampung Keluarga Berkualitas (KB) di wilayah tersebut.
Acara ini dihadiri oleh Kepala Kampung Mawokauw Jaya, Edyson Rafra, serta Ketua TP-PKK, Dewi Talubun. Turut hadir Yosua Yeuyanan selaku Pamong Inovasi pada DP3AP2KB serta tim dari Institut Jembatan Bulan yang melakukan kajian akademisi terkait evaluasi program.
Yosua Yeuyanan menjelaskan bahwa Kampung Mawokauw Jaya merupakan salah satu kampung keluarga berkualitas yang mendapatkan penghargaan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sebagai kampung best practice dalam pelaksanaan kampung percontohan. Kampung ini menjadi rujukan dalam program dan inovasi daerah, khususnya program Dashat yang mengintegrasikan penanganan stunting dengan pemberdayaan ekonomi keluarga.
“Kampung ini berhasil karena melakukan kegiatan penanganan stunting dengan pemberdayaan ekonomi keluarga, di mana keluarga berisiko stunting memperoleh bantuan untuk melakukan kegiatan usaha sesuai dengan sektor ekonomi yang ada,” ujar Yosua.
Dalam pemaparannya, Yosua merinci tiga intervensi utama yang dijalankan di Kampung Mawokauw Jaya. Pertama, bantuan ekonomi bagi keluarga berisiko stunting untuk mengembangkan usaha sesuai potensi lokal. Kedua, bantuan nutrisi yang menyasar ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK) dan keluarga dengan balita, dengan fokus pada program 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Ketiga, pemanfaatan pekarangan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi keluarga serta optimalisasi pangan lokal dalam pemenuhan gizi anak, ibu hamil, dan ibu nifas.
“Kalau kita selalu berharap perbaikan gizi itu harus sesuatu yang mahal, padahal pemanfaatan pangan lokal ini adalah makanan yang murah yang bisa kita kelola di lingkungan sekitar,” tegasnya.
Kepala Kampung Mawokauw Jaya, Edyson Rafra, sebelumnya mengungkapkan bahwa berbagai inovasi berbasis kearifan lokal telah berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan. Tercatat, kasus stunting berhasil ditekan dari 221 kasus pada 2020 menjadi hanya 16 kasus pada 2023. Inovasi tersebut meliputi pemanfaatan hasil kebun dan laut, seperti ubi yang diolah menjadi kue dengan isian ikan, serta budidaya ikan lele dan sayuran untuk memenuhi kebutuhan gizi anak stunting dan ibu hamil.
Yosua menekankan peran perempuan sebagai inisiator dalam program Dashat di kampung keluarga berkualitas ini. Ia berharap keberhasilan program di Kampung Mawokauw Jaya dapat diadopsi oleh kampung-kampung lain sehingga prevalensi stunting di Kabupaten Mimika dapat terus ditekan.
“Harapannya ketika stunting ini turun, otomatis kita sama-sama menyambut gerbang emas Papua untuk generasi berkualitas di tahun 2045, generasi sehat, generasi cerdas, pasti bebas stunting,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Penelitian Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institut Jembatan Bulan, Murnita Sari, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Mimika dalam melakukan monitoring dan evaluasi inovasi daerah yang dijalankan oleh dinas terkait. Tim dari institut melakukan wawancara dengan kader-kader lapangan untuk menggali input, proses, dan keberlanjutan program.
“Kami hanya mewawancarai terkait kira-kira program ini selama ini bagaimana, apakah ada saran dan masukan untuk kegiatan yang lebih baik, sebagai evaluasi program,” jelas Murnita.
Institut Jembatan Bulan akan menyusun laporan yang akan diserahkan kepada Brida sebagai salah satu bentuk penilaian terhadap tiga inovasi yang sedang berjalan, termasuk program Dashat.
Sebagai informasi, Program Dashat sendiri merupakan inisiatif yang diluncurkan oleh BKKBN untuk mengatasi stunting melalui pemberdayaan masyarakat dalam pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting. (Red)
- Penulis: Admin



