Musim Kemarau Hantam Pasokan, Labu Siam Mulai Langka di Pasar Sentral Timika
- account_circle Admin
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Dampak musim kemarau yang berkepanjangan mulai terasa di sektor pangan. Salah satu komoditas yang mulai sulit dijumpai di Pasar Sentral Timika adalah labu siam. Sejumlah pedagang mengaku kehabisan stok akibat pasokan dari daerah penghasil terganggu.
Salah seorang pedagang, Alfian, mengungkapkan bahwa labu siam yang biasa dijual di Timika didatangkan dari Wamena, yang merupakan daerah dataran tinggi dengan suhu dingin. Namun, musim kemarau juga melanda Wamena sehingga menyebabkan gagal panen dan menekan pasokan ke Timika.
“Labu siam lagi kosong, tidak ada di pasar. Biasanya banyak peminatnya, mereka beli untuk berbagai keperluan,” ujar Alfian saat ditemui di Pasar Sentral Timika, Kamis (27/8/2026).
Akibat kelangkaan ini, harga labu siam pun mengalami kenaikan dari Rp20 ribu menjadi Rp25 ribu per kilogram. Meskipun demikian, Alfian menyebut permintaan tetap tinggi meskipun stok terbatas.
Di sisi lain, sejumlah komoditas justru mengalami penurunan harga, salah satunya bawang merah yang turun dari Rp65 ribu menjadi Rp55 ribu per kilogram. Sementara itu, harga cabai rawit lokal masih bertahan di angka Rp120 ribu per kg, sedangkan cabai rawit kiriman dijual Rp100 ribu per kg. Untuk cabai merah dan cabai keriting, harganya mencapai Rp90 ribu per kg.
Alfian menambahkan, harga-harga tersebut masih sangat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu. Ia menjelaskan, musim kemarau sangat berdampak pada ketersediaan pasokan di pasaran, terutama untuk komoditas yang bergantung pada daerah penghasil tertentu.
“Sayuran masih aman, Rp5 ribu satu ikat. Karena beberapa petani di sini punya sumur sendiri jadi masih bisa,” jelasnya.
Kelangkaan labu siam ini menjadi perhatian bagi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan terkait, mengingat komoditas tersebut cukup diminati masyarakat untuk berbagai kebutuhan konsumsi. Diharapkan adanya langkah antisipasi untuk menjaga ketersediaan pangan, seperti penguatan pasokan dari daerah lain atau pemanfaatan teknologi pertanian yang lebih tahan terhadap perubahan cuaca.
Sementara itu, masyarakat diminta untuk bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan panic buying agar harga tetap terkendali. Pemerintah daerah pun diharapkan dapat terus memantau harga dan stok pangan guna memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga di tengah tantangan musim kemarau. (Red)
- Penulis: Admin








