Buka Lokakarya Pendidikan Keuskupan Timika, Wabup Dorong Perbaikan Mutu Pendidikan
- account_circle Admin
- calendar_month 17 jam yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, secara resmi membuka Lokakarya Pendidikan Keuskupan Timika yang digelar selama tiga hari, Selasa hingga Kamis (14–16/4/2026), di Hotel Swiss-Belinn Mimika.
Kegiatan bertema “Membangun Kembali Pendidikan Katolik di Tanah Papua, Menemukan Terobosan di Tengah Krisis” ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan Mimika dan PT Freeport Indonesia.
Dalam sambutannya, Emanuel Kemong menyampaikan apresiasi kepada Keuskupan Timika serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai lokakarya ini menjadi langkah strategis dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Mimika.
Wabup juga menyoroti kondisi pendidikan saat ini yang dinilainya belum lebih baik dibandingkan masa lalu, khususnya bagi masyarakat kurang mampu, baik Orang Asli Papua (OAP) maupun non-OAP.
“Kita lihat masa lalu, pendidikan cukup baik. Dulu kita meningkatkan pendidikan dengan penuh tanggung jawab. Namun saat ini, baik OAP maupun non-OAP yang kurang mampu, masih belum mendapatkan pendidikan yang layak,” ujarnya.
Ia berharap hasil lokakarya ini dapat menjadi masukan penting dalam penyusunan kebijakan pendidikan ke depan di Kabupaten Mimika.
“Saya berharap dengan koordinasi semua pihak, wajah pendidikan di Mimika bisa lebih baik. Lokakarya ini diharapkan memberi dampak pada kebijakan yang akan diambil ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, menegaskan bahwa pendidikan harus berorientasi pada pembentukan manusia seutuhnya, bukan sekadar mencetak tenaga kerja.
“Pendidikan seharusnya melahirkan manusia yang utuh, bukan sekadar tenaga kerja,” tegasnya.
Ia menambahkan, pendidikan tidak hanya sebatas transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga mencakup pembentukan karakter, moral, dan nilai-nilai kemanusiaan yang tidak boleh tergerus perkembangan zaman.
Ketua panitia, Romo J. Sudrijanta, SJ, menjelaskan bahwa lokakarya ini diikuti sekitar 120 peserta yang terdiri dari pengelola sekolah, guru, kepala sekolah YPPK, para pastor, serta pimpinan tarekat yang berkarya di Tanah Papua.
“Kami berkumpul untuk refleksi bersama dan mencari terobosan baru, karena kondisi pendidikan di Papua belum menunjukkan perbaikan signifikan. Harapannya, lahir gagasan untuk meningkatkan kualitas sekolah-sekolah YPPK,” ujarnya.
Kegiatan ini juga disiarkan secara daring melalui kanal YouTube agar dapat diakses masyarakat luas. (red)
- Penulis: Admin





