Bukan Sekadar Seremonial, TP-PKK Mimika Tanam 400 Pohon Kelor untuk Lawan Stunting dan Perubahan Iklim
- account_circle Admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kabupaten Mimika benar-benar diisi dengan aksi membumi. Tidak hanya orasi atau kerja bakti biasa, Tim Penggerak PKK (TP-PKK) setempat memilih strategi jitu: menanam 400 batang pohon kelor di Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim” ini dirancang sebagai program dua manfaat. Selain merehabilitasi lingkungan melalui penghijauan, pohon kelor yang dikenal superfood ini menjadi garda terdepan ketahanan pangan keluarga dan pencegahan stunting.
Ketua TP-PKK Mimika, Ny. Suzy Herawati Rettob, menegaskan bahwa langkah ini adalah wujud nyata dari komitmen organisasinya, yang menurunkan kebijakan TP-PKK Provinsi Papua Tengah hingga ke level kampung.
“Hari Lingkungan Hidup bukan ajang seremoni tahunan. Kami menghadirkan aksi yang langsung dirasakan ibu-ibu dan anak-anak di rumah tangga,” ujar Suzy, didampingi Wakil Ketua TP-PKK, Ny. Periana Kemong.
Ia membeberkan alasan ilmiah di balik pilihan pohon kelor. Kandungan vitamin A, C, protein, zat besi, dan mineral di dalamnya sangat lengkap untuk tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu hamil. Tak hanya sebagai sayuran, kelor juga bisa diolah menjadi herbal hingga produk kecantikan alami.
Kampung Nawaripi kini didapuk sebagai lokasi percontohan. Harapannya, warga sekitar tidak hanya menanam, tetapi juga merawat dan mengolah kelor secara berkelanjutan.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, yang hadir bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong, pimpinan PT Freeport Indonesia, serta jajaran Forkopimda, memberikan apresiasi tinggi. Beliau menyebut gerakan ini “luar biasa” karena tidak hanya urusan penghijauan, tapi langsung menyentuh urusan kesehatan dan perubahan iklim.
“Tadi saya sudah cicipi olahan kelor, mulai dari sayur hingga puding. Enak dan bergizi. Ini solusi strategis untuk percepatan penurunan stunting sekaligus menambah pangan sehat keluarga,” ujar Bupati.
Ia bahkan mendorong program ini diperluas ke seluruh kampung dan kelurahan di Mimika. Pemerintah daerah siap memfasilitasi dan membuka kolaborasi dengan swasta agar kelor bisa naik kelas menjadi produk unggulan bernilai ekonomi.
Sementara itu, antusiasme warga Kampung Nawaripi sangat terlihat. Salah satu tokoh kampung, Nornan Ditubun, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam.
“Kami dari Kampung Nawaripi mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Ibu Ketua, Wakil Ketua, dan seluruh ibu-ibu PKK Kabupaten Mimika yang telah memilih kampung kami sebagai lokasi kegiatan Hari Lingkungan Hidup dan menanam 400 pohon kelor. Terima kasih juga kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati yang telah menetapkan Kampung Nawaripi sebagai Kampung Pohon Kelor. Semoga bermanfaat untuk generasi kami ke depan,” ujar Nornan penuh haru.
Dengan semangat kolektif ini, Kampung Nawaripi resmi menjadi titik awal gerakan hijau sekaligus lumbung gizi keluarga. Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia pun berubah menjadi gerakan lestari: menuju Mimika yang lebih hijau, lebih sehat, dan jauh dari stunting. (Red)
- Penulis: Admin














