Lurah Otomona Bantah Isu Penggelapan 3 Ton Beras: “Semua Ada Data dan Bukti”
- account_circle Admin
- calendar_month 17 jam yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Beredarnya tuduhan terkait dugaan penggelapan bantuan beras sebanyak 3 ton di Kelurahan Otomona akhirnya mendapat respons tegas dari pihak pemerintahan setempat. Kepala Kelurahan Otomona, Farida, S.E., secara resmi membantah keras tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa setiap proses distribusi telah berjalan sesuai prosedur.
“Jangan bangun opini tanpa fakta. Semua proses yang kami lakukan jelas terdokumentasi, ada data dan bukti yang bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Farida dalam konferensi pers, Senin (20/07/2026).
Farida menjelaskan, mekanisme penyaluran bantuan beras di wilayahnya dilakukan melalui pendataan yang ketat. Setiap warga penerima manfaat (WPM) terlebih dahulu didata oleh Ketua RT setempat, kemudian diberikan kupon resmi sebagai tanda bukti. Saat proses pengambilan di lokasi, warga diwajibkan menunjukkan KTP dan kupon guna memastikan verifikasi data yang akurat.
“Kami ingin memastikan bantuan ini tepat sasaran. Tidak ada penyaluran yang dilakukan sembarangan tanpa verifikasi,” tegasnya.
Berdasarkan data Kelurahan Otomona, total bantuan beras yang diterima mencapai 1.806 karung. Hingga saat ini, baru sekitar 1.050 kupon yang telah diterbitkan dan didistribusikan kepada warga. Sisanya, yakni 756 karung, belum masuk tahap distribusi lantaran penyaluran dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Farida juga menegaskan bahwa warga yang telah menerima bantuan di tahap awal tidak akan mendapatkan jatah di tahap berikutnya. Hal ini dilakukan agar kuota yang tersedia dapat menjangkau lebih banyak warga yang berhak.
“Kami tidak mengulang nama penerima. Distribusi bertahap ini semata-mata untuk memastikan semua warga yang terdata mendapat kesempatan yang adil,” imbuhnya.
Selama masa jabatannya, Farida mengklaim belum pernah menerima laporan atau keberatan dari masyarakat terkait proses distribusi bantuan. Oleh karena itu, ia menduga kuat isu penggelapan ini muncul akibat pemahaman informasi yang tidak utuh serta kemungkinan disebarkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Ia pun mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar. “Jika ada informasi yang meragukan, jangan langsung percaya. Silakan datang langsung ke kantor kelurahan untuk klarifikasi. Kami siap memberikan penjelasan secara transparan,” pungkasnya.
Pemerintah Kelurahan Otomona menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan program bantuan secara terbuka dan akuntabel demi kesejahteraan masyarakat.
- Penulis: Admin
