Target 400 Unit Rumah Layak Huni 2026, DPKP Mimika: Kami Tak Pakai Kuota Distrik, Semua Berdasarkan Aspirasi Warga
- account_circle Admin
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKP/Perkimtan) memasang target ambisius untuk tahun 2026.
Sebanyak 300 hingga 400 unit rumah layak huni direncanakan dibangun guna mengatasi defisit perumahan (backlog) yang masih membayangi daerah.
Kepala DPKP/Perkimtan Mimika, Abriyanti Nuhuyanan, menegaskan bahwa sektor perumahan tetap menjadi prioritas strategis karena menyentuh langsung aspek fundamental kehidupan masyarakat, yakni tempat tinggal yang layak sebagai penunjang kesejahteraan.
“Pembangunan rumah layak huni menjadi salah satu fokus kami untuk membantu masyarakat memperoleh tempat tinggal yang lebih layak dan nyaman,” ujar Abriyanti saat ditemui di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Selasa (23/6/2026).
Pendekatan Berbasis Aspirasi, Bukan Kuota
Menariknya, distribusi bantuan perumahan ini tidak menggunakan sistem pembagian kuota berdasarkan distrik. Abriyanti menjelaskan bahwa lokasi pembangunan sepenuhnya mengacu pada usulan masyarakat yang telah dijaring melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan selanjutnya diakomodasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kami tidak menentukan kuota A untuk distrik ini, B untuk distrik itu. Semua berdasarkan kebutuhan riil di lapangan yang diusulkan lewat Musrenbang,” jelasnya.
Dengan pola tersebut, pembangunan diperkirakan akan menjangkau kawasan perkotaan, wilayah pesisir, hingga daerah-daerah lain yang paling membutuhkan intervensi pemerintah.
Spesifikasi Tipe 45 dan Bantuan Bencana
Seluruh unit rumah yang dibangun mengusung tipe 45 dengan spesifikasi dua kamar tidur, satu kamar mandi, ruang tamu, serta teras. Selain pembangunan baru, DPKP juga mengalokasikan program khusus bagi warga terdampak bencana, mencakup penanganan rumah rusak maupun relokasi bagi korban yang kehilangan tempat tinggal.
Melalui langkah konkret ini, Pemkab Mimika berharap tingginya angka backlog perumahan dapat ditekan secara signifikan. Pada akhirnya, setiap keluarga di Mimika diharapkan dapat menikmati hunian yang sehat, aman, dan nyaman sebagai fondasi utama bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan sosial di daerah. (Red)
- Penulis: Admin












