Penyaluran Bantuan Pangan di Kelurahan Wonosari Jaya: 866 Karung Beras untuk 433 KK
- account_circle Admin
- calendar_month 55 menit yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Pemerintah Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania, Provinsi Papua Tengah, mulai menyalurkan bantuan pangan dari pemerintah pusat berupa beras dan minyak goreng untuk periode Februari–Maret 2026. Total bantuan yang diterima dari Bulog sebanyak 866 karung beras ukuran 10 kilogram per karung, yang diperuntukkan bagi 433 kepala keluarga penerima manfaat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kelurahan Wonosari Jaya, Jan Roly Rahakbauw, saat ditemui di kantor kelurahan pada Rabu (14/7/2026).
“Untuk bantuan periode Februari dan Maret, kami menerima beras sebanyak 866 karung. Setiap kepala keluarga penerima berhak mendapatkan dua karung beras dan empat liter minyak goreng (dalam kemasan 4 botol 1 liter),” jelasnya.
Jan Roly menjelaskan bahwa mekanisme penyaluran dilakukan melalui koordinasi dengan ketua RT setempat. Nama-nama penerima disosialisasikan melalui grup WhatsApp RT, kemudian diteruskan kepada warga. Penerima yang namanya terdaftar dapat langsung mengambil bantuan di kantor kelurahan.

“Kami juga didampingi oleh Babinkamtibmas dan Babinsa dalam proses pembagian ini. Mereka ikut mengawasi agar penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran,” ujarnya.
Dari total 32 RT yang ada di Kelurahan Wonosari Jaya, seluruhnya telah menerima jatah bantuan dengan jumlah penerima 433 kepala keluarga.
Dirinya mengakui masih ada warga yang mempertanyakan mengapa mereka tidak masuk dalam daftar penerima, mengingat jumlah penduduk di Wonosari Jaya tergolong banyak.
“Kami jelaskan bahwa bantuan dari pemerintah tidak hanya berbentuk beras. Ada juga bantuan lain seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan tunai. Jika sudah menerima bantuan lain, seharusnya tidak mendapat beras lagi,” terangnya.
Ia berharap pendamping dari Kementerian Sosial maupun Dinas Sosial lebih gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar pemahaman tentang kriteria penerima bantuan semakin jelas.
“Tidak semua masyarakat harus mendapat semua bantuan. Ada filtrasi dan prioritas, lebih kepada keluarga kurang mampu,” tegasnya.
Dirinya menegaskan bahwa satu kepala keluarga penerima mendapat jatah dua karung beras (total 20 kg) dan 4 liter minyak goreng. Jumlah penerima di Wonosari Jaya tercatat 433 KK.
“Untuk wilayah Kelurahan Inauga dan Kamoro Jaya mungkin penerimanya lebih banyak dari Wonosari Jaya. Di sini jumlahnya relatif sedikit,” tambahnya.

Kepala kelurahan juga menyampaikan himbauan kepada masyarakat agar tidak menyalahgunakan bantuan yang diterima.
“Harapan kami, bantuan ini digunakan sebagaimana mestinya untuk kebutuhan pangan keluarga. Jangan sampai ada yang menjualnya untuk hal lain, apalagi untuk minum-minuman keras. Kami temukan di lapangan ada yang seperti itu, dan itu sangat disayangkan,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa bantuan ini adalah berkat yang diberikan pemerintah, bukan sekadar pemberian biasa, sehingga harus dimanfaatkan dengan bijak.
Di akhir sesi wawancara dirinya menjelaskan bahwa bantuan ini disalurkan setiap tiga bulan sekali. Untuk tahun 2026, ini merupakan pencairan tahap pertama. Proses distribusi dilakukan dari Bulog ke tingkat distrik, kemudian ke kelurahan.
“Pengiriman dilakukan langsung oleh Bulog ke kelurahan. Untuk pendataan, nama-nama penerima yang dikirim oleh Kementerian Sosial kami sortir. Jika ada penerima yang sudah meninggal atau pindah, kami ganti dengan keluarga lain yang lebih membutuhkan, terutama warga OAP (Orang Asli Papua),” pungkasnya.(Red)
- Penulis: Admin
