MTQ I Provinsi Papua Tengah Resmi Dibuka, Jadi Tonggak Sejarah Perdana
- account_circle Admin
- calendar_month 22 jam yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) I Tingkat Provinsi Papua Tengah resmi dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Papua Tengah Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Ukkas, mewakili Gubernur Papua Tengah, di Gedung Eme Neme Yauware, Kabupaten Mimika, Selasa (14/7/2026).
Mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Papua Tengah Emas yang Berkeadaban”, MTQ perdana tingkat Provinsi Papua Tengah ini menjadi tonggak sejarah sejak provinsi tersebut resmi terbentuk sebagai Daerah Otonom Baru (DOB).
Perhelatan tersebut diikuti tujuh kafilah dari delapan kabupaten di Papua Tengah, yakni Mimika, Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai, Puncak, dan Puncak Jaya. Sementara Kabupaten Intan Jaya belum mengirimkan kafilah pada penyelenggaraan tahun ini.

Dalam sambutan Gubernur Papua Tengah yang dibacakan Ukkas, disampaikan bahwa MTQ bukan hanya menjadi ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga sarana memperkuat pembinaan umat, menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat, serta mempererat persatuan dan kerukunan di Papua Tengah.
“MTQ diharapkan menjadi momentum untuk mempererat persatuan, memperkokoh kerukunan umat beragama, serta melahirkan generasi Qurani yang mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan Papua Tengah yang damai, maju, dan berkeadaban,” ujar Ukkas.

Sementara itu, Wakil Bupati Mimika yang juga Ketua Panitia MTQ I Provinsi Papua Tengah, Emanuel Kemong, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya MTQ pertama tingkat Provinsi Papua Tengah. Ia mengapresiasi LPTQ Provinsi Papua Tengah, Pemerintah Kabupaten Mimika selaku tuan rumah, panitia pelaksana, aparat keamanan, tenaga kesehatan, relawan, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan penyelenggaraan MTQ.
Menurut Emanuel, MTQ I menjadi tonggak sejarah yang bukan hanya menjadi ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga wadah pembinaan generasi Qurani yang berakhlak mulia dan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan Papua Tengah.
Ia menjelaskan tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Papua Tengah Emas yang Berkeadaban” mengandung makna agar nilai-nilai Al-Qur’an seperti kejujuran, keadilan, kasih sayang, kedamaian, dan persaudaraan dapat berjalan selaras dengan nilai-nilai adat Papua yang menjunjung tinggi musyawarah, gotong royong, serta penghormatan terhadap sesama.
Emanuel juga berharap dewan hakim menjalankan amanah dengan penuh profesionalisme, objektivitas, dan integritas sehingga mampu menghasilkan peserta terbaik yang akan mewakili Papua Tengah pada MTQ tingkat nasional.

“Kepada dewan hakim, saya berharap menjalankan amanah dengan penuh profesionalisme, objektivitas, dan integritas sehingga menghasilkan peserta terbaik yang layak mewakili Provinsi Papua Tengah pada MTQ tingkat nasional,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Mimika untuk menjadi tuan rumah yang baik dengan menyambut seluruh tamu dan peserta sehingga pelaksanaan MTQ berlangsung aman, tertib, serta penuh suasana persaudaraan.
Ketua I Panitia MTQ I Provinsi Papua Tengah, Herman Gafur, mengatakan pelaksanaan MTQ I merupakan sejarah baru bagi Papua Tengah sejak resmi menjadi provinsi.
“Untuk pertama kalinya sejak Provinsi Papua Tengah berdiri, kita dapat melaksanakan MTQ tingkat provinsi. Ini merupakan momentum yang sangat berharga bagi umat Islam di Papua Tengah,” katanya.
Menurut Herman, MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an maupun mencari juara. Lebih dari itu, MTQ merupakan sarana pembinaan untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sehingga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“MTQ menjadi media untuk memperkuat kehidupan beragama yang damai di Tanah Papua, khususnya di Papua Tengah. Kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat ukhuwah Islamiyah, membangun persaudaraan, serta memperkokoh persatuan di tengah keberagaman masyarakat,” ujarnya.
Herman menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Pemerintah Kabupaten Mimika selaku tuan rumah, LPTQ, panitia pelaksana, aparat keamanan, tenaga kesehatan, relawan, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras hingga MTQ I Papua Tengah dapat terselenggara dengan baik.
Ia berharap dari pelaksanaan MTQ ini lahir qari, qariah, hafiz, hafizah, serta peserta terbaik lainnya yang mampu mengharumkan nama Provinsi Papua Tengah pada MTQ tingkat nasional.
Herman juga berpesan kepada dewan hakim agar menjalankan amanah secara profesional, objektif, jujur, dan penuh integritas sehingga hasil penilaian benar-benar melahirkan peserta terbaik yang layak menjadi duta Papua Tengah.

Sementara itu, Ketua LPTQ Kabupaten Mimika sekaligus Ketua Panitia MTQ XIII Tingkat Kabupaten Mimika, Firdaus Amir, S.H., mengatakan Kabupaten Mimika merasa bangga dan bersyukur dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQ I Tingkat Provinsi Papua Tengah.
Menurut Firdaus, kepercayaan tersebut menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi seluruh panitia untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para peserta, ofisial, dewan hakim, serta tamu yang datang dari seluruh kabupaten di Papua Tengah.
“Seluruh persiapan telah kami lakukan secara maksimal agar pelaksanaan MTQ I Provinsi Papua Tengah dapat berjalan lancar, aman, tertib, dan sukses. Kami berharap seluruh peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas serta menjadikan MTQ sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan persaudaraan,” kata Firdaus.
Ia berharap penyelenggaraan MTQ I Provinsi Papua Tengah mampu melahirkan qari, qariah, hafiz, hafizah, dan generasi Qurani terbaik yang nantinya dapat mengharumkan nama Provinsi Papua Tengah pada MTQ tingkat nasional bahkan internasional. (Red)
- Penulis: Admin
