Minggu, 30 Agu 2026
Beranda » Berita Utama » Pakar Unisba: Hilirisasi Tailing Wajib Digenjot, Jangan Cuma Jual Bahan Mentah!

Pakar Unisba: Hilirisasi Tailing Wajib Digenjot, Jangan Cuma Jual Bahan Mentah!

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
  • print Cetak
Bagikan

TIMIKA (Jurnal Timika)

Pemanfaatan tailing hasil pertambangan dinilai tidak boleh lagi sekadar berhenti pada penjualan material sisa sebagai komoditas mentah. Gagasan hilirisasi menguat sebagai langkah krusial untuk menggali nilai ekonomi yang lebih besar, sehingga kontribusi sektor tambang terhadap pembangunan daerah bisa terasa nyata.

Seruan ini disampaikan oleh akademisi Universitas Islam Bandung (Unisba), Andi Oetomo, di tengah gelaran Focus Group Discussion (FGD) Tahap II Review Masterplan Pengelolaan dan Pemanfaatan Tailing PT Freeport Indonesia. Diskusi yang berlangsung di Aula Kantor Bapenda Mimika, Kamis (9/7/2026), itu menjadi ajang bagi para pakar untuk merumuskan strategi jangka panjang pengelolaan limbah tambang.

Andi Oetomo memaparkan bahwa ada tiga jenjang pemanfaatan tailing yang bisa dijalankan secara bertahap. Pertama, menjual tailing sebagai bahan baku mentah. Kedua, melakukan ekstraksi untuk mengambil kandungan logam bernilai seperti pasir besi dan mineral ikutan lainnya. Ketiga, masuk ke tahap hilirisasi, yakni mengolah hasil ekstraksi menjadi produk-produk berdaya saing tinggi, termasuk logam tanah jarang yang saat ini menjadi primadona industri strategis global.

“Proses produksinya harus jelas dan terukur, mulai dari faktor produksi, proses pengolahan, hingga distribusi. Tujuan utamanya adalah mengubah paradigma bahwa tailing adalah limbah, menjadi komoditas yang memiliki nilai tambah ekonomi,” tegas Andi di hadapan para pemangku kepentingan.

Ia menambahkan, perusahaan daerah tidak perlu terburu-buru mengejar semua tahapan sekaligus. Langkah paling realistis bisa diambil terlebih dahulu, sambil terus mengembangkan teknologi ekstraksi dan hilirisasi melalui riset berkelanjutan sebagai strategi jangka panjang.

Menurutnya, jika hilirisasi berhasil diimplementasikan, bukan hanya peluang usaha baru yang terbuka, tetapi juga kontribusi sektor pertambangan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) akan meningkat signifikan.

Salah satu fakta menarik yang diungkap Andi adalah tingginya minat investor terhadap potensi tailing di Mimika. Bahkan, sekitar 20 perusahaan telah menyatakan ketertarikannya untuk memanfaatkan material tersebut, dan mayoritas di antaranya berasal dari China.

“Kondisi ini adalah sinyal pasar yang sangat jelas. Tailing kita masih sangat diminati, dan ini menunjukkan potensi ekonominya luar biasa,” ujarnya.

Ia juga menyoroti fenomena ribuan penambang tradisional yang masih aktif beraktivitas di kawasan tailing. Keberadaan mereka menjadi bukti empiris bahwa material tersebut masih mengandung mineral berharga, seperti emas dan tembaga, yang sayang untuk diabaikan.

Andi menekankan bahwa besarnya potensi ini seharusnya dikelola secara resmi dan terlembaga melalui badan usaha daerah. Tujuannya agar keuntungan yang dihasilkan dapat dinikmati secara optimal oleh masyarakat Mimika, bukan hanya mengalir keluar daerah.

Meski prospeknya cerah, Andi mengakui bahwa saat ini pemerintah masih belum memiliki angka pasti mengenai nilai ekonomi keseluruhan dari pengelolaan tailing. Ia menilai masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai jenis kandungan mineral, volume pasti, serta fluktuasi harga pasar dari masing-masing komoditas.

“Jangan sampai kita hanya menjual tailing. Yang harus kita kejar adalah nilai tambahnya. Karena dengan nilai tambah, manfaat ekonomi bagi daerah dan masyarakat akan jauh lebih besar dan berkelanjutan,” pungkas Andi Oetomo menutup pemaparannya.

Dengan adanya masukan dari pakar ini, diharapkan Masterplan Pengelolaan Tailing yang sedang disusun tidak hanya berorientasi pada aspek teknis lingkungan, tetapi juga menjadi peta jalan bagi hilirisasi yang berpihak pada kemakmuran rakyat Mimika. (Red)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tim Kesehatan Satgas TMMD Kodim 1710/Mimika Periksa Kesehatan Warga

    Tim Kesehatan Satgas TMMD Kodim 1710/Mimika Periksa Kesehatan Warga

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanMimika (Jurnal Timika) – Selain memberikan pelayanan kesehatan bagi personel Satgas TMMD, Tim Kesehatan Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-124 Kodim 1710/Mimika juga melaksanakan pelayanan kesehatan dengan mendatangi rumah-rumah warga, Rabu, 7 Mei 2025. Tim kesehatan memiliki tugas mendukung pelayanan kesehatan bagi personel TMMD selama pelaksanaan TMMD. Mereka juga memberi pelayanan kesehatan […]

  • Bantu Ringankan Beban Warga, Polisi di Yalimo Bagikan Sembako

    Bantu Ringankan Beban Warga, Polisi di Yalimo Bagikan Sembako

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanMimika ( Jurnal Timika ) Personel Polri yang tergabung dalam Satuan Tugas Tindak Operasi Damai Cartenz 2025 kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat di Papua. Pada Jumat (7/3/2025), mereka membagikan bantuan sembako kepada warga di Kabupaten Yalimo. Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menyampaikan, aksi ini merupakan bagian dari program kemanusiaan yang terus […]

  • PT Dwi Koala Naikkan Harga Air Minum Kemasan, Produksi Harian Capai 1.800 Gelas

    PT Dwi Koala Naikkan Harga Air Minum Kemasan, Produksi Harian Capai 1.800 Gelas

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanTIMIKA (Jurnal Timika) PT Dwi Koala, perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK), mencatat produksi harian mencapai sekitar 1.800 gelas. Namun, realisasi produksi tersebut masih kerap mengalami fluktuasi akibat kendala teknis dan keterbatasan bahan baku. Manajer Pemasaran PT Dwi Koala, Reynold, saat ditemui pada Jumat (24/4/2026), menjelaskan bahwa gangguan pada mesin serta pasokan bahan baku menjadi […]

  • Seorang Pria di Aniaya OTK di Jalan Hassanudin Mimika

    Seorang Pria di Aniaya OTK di Jalan Hassanudin Mimika

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanMimika (Jurnal Timika) – Seorang pria berinisial YMR dianiaya oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) saat berjalan kaki di Jalan Hassanuddin, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Selasa (29/7/2025) pagi. Kapolsek Miru AKP Putut Yudha Pratama, mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menyelidiki identitas pelaku. “Saat kejadian itu korban sedang berjalan kaki, kira-kira pukul […]

  • Perahu Fiber Berpenumpang Empat Orang Tujuan Asmat Hilang Kontak

    Perahu Fiber Berpenumpang Empat Orang Tujuan Asmat Hilang Kontak

    • calendar_month Minggu, 9 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanMimika ( Jurnal Timika ) – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika melalui Pos SAR Asmat melakukan pencarian perahu bermuatan sayuran berpenumpang empat orang yang hilang kontak pada Sabtu (8/2/2025). Menurut keterangan yang diterbitkan Kantor SAR Mimika Sabtu siang, disebutkan, pencarian dilakukan setelah mereka menerima laporan dari masyarakat yang menyebutkan ada sebuah perahu berpenumpang empat […]

  • Menjaga Warisan Batik Papua, Satgas Ops Damai Cartenz Kunjungi Sanggar Ameldi

    Menjaga Warisan Batik Papua, Satgas Ops Damai Cartenz Kunjungi Sanggar Ameldi

    • calendar_month Minggu, 2 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanMimika (Jurnal Timika ) Batik Papua, sebagai salah satu warisan budaya takbenda Indonesia, terus dilestarikan oleh berbagai pihak, termasuk komunitas seni dan generasi muda setempat. Menariknya, kepedulian terhadap seni khas Bumi Cenderawasih ini juga datang dari sosok yang mungkin tak terduga—Brigpol Ita Sombo Allo, seorang Polwan Ops Damai Cartenz-2025. Pada Sabtu siang yang cerah, Brigpol […]

expand_less