Pemkab Mimika Gelar Pelatihan Kepemimpinan Pemuda 2026, Cetak Calon Pemimpin Masa Depan
- account_circle Admin
- calendar_month 2 menit yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menggelar Pelatihan Kepemimpinan Pemuda Tahun 2026 di Hotel Kanguru Mimika, Senin (5/10/2026). Kegiatan ini diarahkan untuk mencetak calon pemimpin masa depan dari kalangan generasi muda.
Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan tifa. Pelatihan dibuka Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Mimika, Drs. Ananias Faot, M.Si., yang mewakili sekaligus membacakan sambutan Bupati Mimika Johannes Rettob.
Dalam sambutan Bupati, pemerintah daerah menegaskan pembangunan Mimika tidak hanya membutuhkan sumber daya alam, tetapi juga generasi muda yang berkualitas, berkarakter, dan memiliki kemampuan memimpin. Pemuda dinilai bukan sekadar generasi penerus, melainkan kekuatan strategis yang akan menentukan wajah Mimika di masa mendatang.
Karena itu, generasi muda didorong tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi mengambil peran sebagai pelaku, penggerak, sekaligus mitra pemerintah dalam menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat.
“Jangan menunggu menjadi pejabat untuk mulai memimpin. Mulailah dari memimpin diri sendiri, keluarga, organisasi, hingga memberikan pengabdian kepada masyarakat,” pesan Bupati.
Menurutnya, kepemimpinan tidak lahir secara instan. Seorang pemimpin perlu dibentuk melalui proses belajar, pengalaman, kedisiplinan, keberanian mengambil keputusan, serta kemampuan bekerja sama dengan orang lain. Pelatihan kepemimpinan pemuda menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas generasi muda Mimika, baik dari sisi intelektual maupun moralitas dan integritas.
Ananias juga mengingatkan peserta agar tidak berhenti belajar di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi yang semakin cepat. Perubahan tersebut turut memengaruhi dunia kerja sehingga generasi muda perlu memiliki keterampilan yang relevan untuk bersaing sekaligus menciptakan peluang.
Menurutnya, ijazah tidak cukup menjadi satu-satunya modal menghadapi masa depan. Pemuda perlu membekali diri dengan keterampilan, pengalaman, sertifikasi keahlian, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi.
“Mulailah belajar dan berinovasi. Jangan hanya mengandalkan ijazah, tetapi jadikan ilmu pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal untuk menghasilkan karya,” tegasnya.
Para peserta juga diharapkan memanfaatkan pelatihan untuk memperluas wawasan, berdiskusi, bertukar pengalaman, dan membangun jaringan antarpemuda. Ilmu yang diperoleh selama kegiatan diharapkan tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Ia menegaskan masa depan Kabupaten Mimika juga berada di tangan generasi muda saat ini. Untuk itu, pemuda perlu mempersiapkan diri sejak dini dengan membangun karakter yang kuat, meningkatkan kapasitas, menjaga integritas, serta berani mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
Pengembangan kepemimpinan pemuda juga membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, dunia usaha, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan membuat program kepemudaan berjalan lebih terarah dan memberikan dampak berkelanjutan.

Perhatian terhadap penguatan kapasitas kepemimpinan juga terlihat dalam program pemerintah daerah lainnya. Pemkab Mimika sebelumnya mendorong peningkatan kompetensi kepemimpinan aparatur melalui PKA dan PKP Tahun 2026. Melalui Pelatihan Kepemimpinan Pemuda Tahun 2026, pemerintah daerah berharap lahir generasi muda yang tidak hanya mampu berbicara tentang perubahan, tetapi juga berani mengambil bagian dalam mewujudkannya.
Sementara itu, Sekretaris Dispora Mimika Alberthin Timang saat membawakan sambutan mengatakan kegiatan pelatihan kepemimpinan pemuda ini bertujuan membekali generasi muda dengan karakter, keterampilan, manajemen, dan wawasan kebangsaan. Pelatihan juga untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi kepemimpinan pemuda, membentuk karakter yang berintegritas, disiplin, dan bertanggung jawab.
“Mereka juga akan diberikan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi. Jadi mereka bagaimana caranya berkomunikasi dengan pejabat, dengan lingkungan sekitar, karena mereka ke depannya kan calon pemimpin di masa depan. Jadi mereka akan diberikan pelatihan bagaimana berkomunikasi dengan baik dan menemukan semangat pengabdian dan kepedulian di tengah-tengah masyarakat,” ujar Alberthin.
Peserta kegiatan berasal dari organisasi Cipayung, Karang Taruna Kabupaten Mimika, Aliansi Pemuda, Aliansi Pemuda Kamoro, dan aliansi kepemudaan lainnya yang mendaftar pada hari-hari terakhir.
“Kami berharap dengan kegiatan ini akan lahir pemuda-pemuda yang akan memberikan kontribusi bagi pembangunan di daerah ini. Kami juga berharap pemuda-pemuda ini dapat membantu pemerintah dalam melaksanakan program-program pemerintah ke depannya, karena mereka ini adalah mitra dari pemerintah, termasuk kami di Dinas Pemuda dan Olahraga. Kami akan berkolaborasi dengan sektor kepemudaan yang ada,” katanya.
Ia berharap kegiatan ini berlanjut pada tahun mendatang. Menurutnya, tahun ini peserta yang terlibat masih kurang karena ada beberapa keterbatasan.
“Kami usahakan tahun berikutnya akan lebih banyak peserta dari organisasi kepemudaan yang dapat mengikuti kegiatan seperti ini,” pungkasnya. (Red)
- Penulis: Admin
