Dinas Sosial Mimika Gelar Sosialisasi Kampung Siaga Bencana
- account_circle Admin
- calendar_month 2 menit yang lalu
- print Cetak

Suasana sosialisasi dinsos
TIMIKA (Jurnal Timika)
Dinas Sosial Kabupaten Mimika menggelar sosialisasi Kampung Siaga Bencana (KSB) di Aula Bobaigo Keuskupan Timika, Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya penanggulangan bencana di Kabupaten Mimika.
Mewakili Bupati Mimika, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Mimika, Ananias Faot, menegaskan bahwa pembentukan Kampung Siaga Bencana merupakan langkah penting untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat terhadap berbagai kemungkinan bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Menurutnya, bencana merupakan peristiwa yang tidak diharapkan, tetapi masyarakat perlu memiliki pengetahuan dan kesiapan yang memadai agar mampu menghadapi situasi darurat dengan tepat. Karena itu, melalui sosialisasi tersebut, peserta diharapkan dapat memahami pentingnya mitigasi, langkah-langkah antisipasi, serta upaya penyelamatan diri dan keluarga ketika terjadi bencana.
“Paling penting adalah bagaimana kita meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang cara menghadapi situasi bencana, terutama upaya menyelamatkan diri sendiri, keluarga, bahkan saudara-saudara kita yang merupakan penyandang disabilitas,” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan penanggulangan bencana. Menurutnya, penanganan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan kerja sama antara Dinas Sosial, unsur penanggulangan bencana, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta berbagai elemen masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Sosial Kabupaten Mimika menghadirkan narasumber dari Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai upaya membangun kesiapsiagaan masyarakat berbasis kampung. Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting agar setiap unsur yang terlibat dapat memahami peran dan tanggung jawab masing-masing, baik dalam tahap pencegahan dan kesiapsiagaan maupun ketika terjadi bencana yang membutuhkan penanganan cepat dan terkoordinasi.
Selain itu, keberadaan relawan juga menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan Kampung Siaga Bencana. Relawan diharapkan mampu bekerja sama dengan tim terkait untuk membantu masyarakat, terutama dalam situasi darurat yang membutuhkan tindakan cepat dan tepat.
Ananias berharap, melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai kebencanaan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kesiapsiagaan dapat dibangun sejak dini dan menjadi tanggung jawab bersama.
“Dengan memahami langkah-langkah tersebut dengan baik, maka apabila bencana terjadi, upaya penyelamatan terhadap masyarakat yang terdampak dapat dilakukan dengan lebih terarah. Karena itu, diperlukan kerja sama semua pihak, termasuk para relawan, agar dapat bersinergi dalam penanggulangan bencana,” pungkasnya. (Red)
- Penulis: Admin











