Kamis, 13 Agu 2026
Beranda » Berita Utama » PUPR Mimika Ubah Pola Pembangunan Air Bersih, Sambungan Rumus Kini Berbasis Permohonan Masyarakat

PUPR Mimika Ubah Pola Pembangunan Air Bersih, Sambungan Rumus Kini Berbasis Permohonan Masyarakat

  • account_circle Admin
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • print Cetak
Bagikan

TIMIKA (Jurnal Timika)

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika resmi mengubah pola pembangunan jaringan air bersih di wilayah setempat. Mulai tahun ini, pemasangan sambungan rumah (SR) dan meteran air tidak lagi dilakukan secara langsung oleh pemerintah, melainkan berdasarkan permohonan dari masyarakat yang benar-benar membutuhkan layanan tersebut.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRK Mimika. Dalam pembahasan tersebut, DPRK mendorong agar pembangunan jaringan instalasi pengolahan air (IPA) lebih dahulu diprioritaskan, sementara sambungan ke rumah warga dilakukan sesuai kebutuhan dan permintaan calon pelanggan.

Kepala Dinas PUPR Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, saat diwawancarai pada Rabu (12/8/2026), menjelaskan bahwa perubahan pola ini dilakukan untuk memastikan pembangunan infrastruktur air bersih lebih tepat sasaran sekaligus mengurangi potensi kerusakan dan pemborosan fasilitas.

IMG 20260813 WA0034

“Kita tidak lagi pasang sambungan rumah dulu. Kita siapkan jaringannya saja. Ketika yang bersangkutan membutuhkan, dia mengajukan permohonan untuk dipasang meteran,” ujar Yoga.
Yoga mengungkapkan, sebelumnya sejumlah sambungan rumah telah dibangun, namun tidak seluruhnya mendapat pengawasan dan pemeliharaan yang memadai. Bahkan, terdapat fasilitas yang mengalami kerusakan hingga hilang akibat dicuri oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dengan kebijakan baru ini, PUPR akan mengarahkan pembangunan jaringan hingga mendekati kawasan permukiman yang dinilai memiliki potensi pelanggan. Jaringan utama disiapkan terlebih dahulu, sedangkan pemasangan meteran baru dilakukan setelah masyarakat mengajukan permohonan secara resmi.

“Kita ingin jaringan yang dibangun benar-benar memiliki manfaat dan digunakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Jadi ketika ada permohonan, jaringan sudah siap dan pemasangan bisa dilakukan sesuai kebutuhan,” tegasnya.

Menurut Yoga, pola ini diharapkan membuat masyarakat lebih menyadari keberadaan fasilitas yang dibangun pemerintah. Dengan mengajukan permohonan karena memang membutuhkan layanan, masyarakat juga diharapkan memiliki rasa tanggung jawab yang lebih besar untuk menjaga fasilitas tersebut.

Untuk tahun anggaran 2026, PUPR tidak mengalokasikan pemasangan sambungan rumah secara langsung. Anggaran yang tersedia akan dimanfaatkan untuk melakukan normalisasi terhadap sambungan rumah yang sudah ada serta membangun jaringan baru di sejumlah kluster yang memiliki potensi pelanggan.

Sementara itu, masyarakat yang nantinya mengajukan pemasangan meteran akan dikenakan biaya. Namun, besaran biaya tersebut belum ditetapkan karena PUPR masih menunggu regulasi yang menjadi dasar hukum.

Yoga menegaskan, penetapan tarif tidak bisa dilakukan secara sepihak. Menurutnya, setiap pungutan kepada masyarakat harus memiliki landasan hukum yang jelas agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Kalau dia bayar, harus ada payung hukumnya. Kita tidak bisa hari ini bilang Rp100 ribu, besok Rp200 ribu, karena nanti bisa dianggap pungutan. Jadi kita tunggu aturan hukumnya ada dulu,” tegasnya.

Yoga menjelaskan, pada mekanisme sebelumnya pemasangan sambungan rumah dapat dilakukan secara gratis karena jumlah sambungan telah dicantumkan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Dengan adanya alokasi tersebut, pemasangan dilakukan sesuai jumlah sambungan yang telah direncanakan dalam anggaran.

Kini, arah kebijakan PUPR lebih difokuskan pada kesiapan jaringan utama. Dengan jaringan yang telah tersedia, masyarakat yang benar-benar membutuhkan layanan air bersih dapat mengajukan pemasangan sambungan secara resmi.

Perubahan pola ini diharapkan dapat membuat pembangunan infrastruktur air bersih di Mimika semakin efektif dan tepat sasaran. Pemerintah tidak hanya membangun jaringan, tetapi juga memastikan fasilitas tersebut benar-benar digunakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Di sisi lain, keterlibatan masyarakat dalam menjaga fasilitas menjadi bagian penting agar infrastruktur yang telah dibangun dapat bertahan dan terus memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Kami berharap dengan kebijakan ini, air bersih dapat dinikmati oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan, dan fasilitas yang dibangun tetap terawat dengan baik,” pungkas Yoga.(Red)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bakesbangpol Mimika Perkenalkan Aplikasi SIKEPO ke 10 Parpol, Tingkatkan Transparansi LPJ

    Bakesbangpol Mimika Perkenalkan Aplikasi SIKEPO ke 10 Parpol, Tingkatkan Transparansi LPJ

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanTIMIKA (Jurnal Timika) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Mimika resmi memperkenalkan aplikasi Sistem Informasi Keuangan Partai (SIKEPO) kepada sepuluh partai politik di wilayah setempat. Aplikasi ini juga akan digunakan untuk menyusun laporan pertanggungjawaban (LPJ) partai. Pengembangan SIKEPO merupakan inovasi dari mantan Kepala Bidang Politik Bakesbangpol Mimika yang diluncurkan dalam rangka Diklat Pim III. […]

  • Rumah Kosong di Puncak Jaya Dibakar, Aparat Lakukan Penyelidikan

    Rumah Kosong di Puncak Jaya Dibakar, Aparat Lakukan Penyelidikan

    • calendar_month Minggu, 2 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanMimika(Jurnal Timika )- Sebuah rumah kosong di Kampung Trikora, Distrik Pruleme, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, dilaporkan terbakar pada Jumat (28/2) pagi. Tim Satgas Operasi Damai Cartenz-2025 segera merespons kejadian ini dengan melakukan penyisiran dan penyelidikan lebih lanjut. Kejadian ini pertama kali dilaporkan oleh petugas di Pos Kulirik Satgas Tindak Sektor Puncak Jaya. Mendapat […]

  • Bupati Yahukimo Bantah Isu Keterlibatan TNI-Polri Jadi Guru dan Nakes

    Bupati Yahukimo Bantah Isu Keterlibatan TNI-Polri Jadi Guru dan Nakes

    • calendar_month Senin, 24 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanMimika – ( Jurnal Timika ) Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli mengonfirmasi adanya penyerangan di Puskesmas dan Sekolah YPK Anggruk pada Jumat, 21 Maret 2025. Dalam keterangannya di Dekai, ia menyampaikan bahwa upaya evakuasi sempat terkendala cuaca. “Pada Sabtu, 22 Maret, cuaca tidak memungkinkan untuk mengevakuasi korban. Namun, hari ini, Minggu, 23 Maret, puji Tuhan cuaca […]

  • Respon Cepat Satgas Ops Damai Cartenz Tangani Kasus Pembunuhan di Yahukimo

    Respon Cepat Satgas Ops Damai Cartenz Tangani Kasus Pembunuhan di Yahukimo

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanMIMIKA (Jurnal Timika) – Satgas Operasi Damai Cartenz merespon cepat peristiwa pembunuhan terhadap seorang pria bernama Andi Hasan (30) yang terjadi di wilayah Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo. Korban ditemukan meninggal dengan sejumlah luka tusuk di dalam rumahnya, Kamis (24/7/2025) malam sekitar pukul 20.10 WIT. Setelah menerima informasi dari radio komunikasi Handy Talky (HT), tim bergerak […]

  • Polsek Miru Tangkap Pelaku Curanmor

    Polsek Miru Tangkap Pelaku Curanmor

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanMIMIKA{Jurnal Timika ) | Seorang pria berinisial PK (27) ditangkap oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Mimika Baru (Miru) karena melakukan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor di Jalan Yos Sudarso depan Koramil 1710/01 Mimika. Kapolsek Mimika Baru AKP J Limbong saat ditemui wartawan di ruang kerjanya pada Kamis (10/10/2024) membenarkan penangkapan tersebut. “Benar pada hari Rabu 18 […]

  • Puluhan Calon Mahasiswa Kabupaten Mimika Gelar Aksi Demo Damai

    Puluhan Calon Mahasiswa Kabupaten Mimika Gelar Aksi Demo Damai

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanMimika (Jurnal Timika) – Aksi demo damai dilakukan puluhan Calon Mahasiswa Kabupaten Mimika di Kantor Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) Jalan Yos Sudarso Timika, Senin (28/4/2025). Dalam tuntutannya, massa meminta agar YPMAK tidak membatasi kuota beasiswa bagi anak-anak Papua.  Poster-poster bertuliskan kritik mereka bawa dan bentangkan di pelataran Kantor YPMAK. Mereka juga menyampaikan aspirasi […]

expand_less