Pemkab Mimika Tutup Pelatihan Pustakawan Muda 2026, Dorong Pemuda Jadi Motor Literasi
- account_circle Admin
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Foto bersama
TIMIKA (Jurnal Timika)
Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) resmi menutup kegiatan Pelatihan Pustakawan Muda/Lapak Baca Kabupaten Mimika Tahun 2026. Penutupan berlangsung di Hotel Kangguru, Rabu (30/9/2026), setelah pelatihan digelar selama tiga hari, 28–30 September 2026.
Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum, Ir. Yohana Paliling, M.Si., menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Dispora Mimika, panitia penyelenggara, narasumber, fasilitator, serta seluruh pihak yang berperan aktif sehingga kegiatan berjalan baik dan lancar. Ia juga mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang mengikuti pelatihan dengan penuh semangat, kesungguhan, dan tanggung jawab.
“Saya berharap pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat menjadi bekal yang bermanfaat dalam mengembangkan diri dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Yohana.
Ia menegaskan, pemuda memiliki posisi penting dalam pembangunan daerah, bukan hanya sebagai generasi penerus, tetapi juga bagian dari kekuatan pembangunan saat ini. Karena itu, pengembangan kepemimpinan pemuda harus terus menjadi perhatian dan prioritas bersama. Menurutnya, kegiatan ini memberi ruang bagi generasi muda untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, serta jiwa kepemimpinan, khususnya dalam mendorong budaya literasi di Kabupaten Mimika.
Yohana menjelaskan, literasi bukan hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, mengolah, menganalisis, dan memanfaatkan informasi secara baik dan bertanggung jawab. Pelatihan pustakawan muda dan lapak baca dinilai penting untuk mempersiapkan generasi muda yang cerdas, kreatif, berkarakter, dan peduli terhadap kemajuan pendidikan di lingkungan masyarakat.
Kepada peserta, ia berpesan agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti sebagai pengetahuan selama pelatihan, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Berakhirnya kegiatan pelatihan ini bukan berarti berakhir pula tanggung jawab kita dalam mengembangkan budaya literasi. Justru setelah mengikuti kegiatan ini, para peserta memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi pelopor, penggerak, dan inspirasi bagi pemuda lainnya,” katanya.
Ia berharap peserta aktif membangun dan mengembangkan lapak baca, taman baca, komunitas literasi, serta ruang belajar yang mudah diakses anak-anak dan masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Jangan menunggu sampai tersedia fasilitas yang besar untuk memulai gerakan literasi. Mulailah dari hal-hal sederhana, dari lingkungan keluarga, kampung, kelurahan, sekolah, hingga komunitas pemuda,” tambahnya.
Yohana juga meminta Dispora Mimika terus melakukan pembinaan, pendampingan, dan evaluasi kepada para peserta agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi gerakan literasi nyata di tengah masyarakat. Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjutnya, berkomitmen mendukung pembangunan kepemudaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kita ingin melahirkan generasi muda Mimika yang tidak hanya memiliki kemampuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki karakter, wawasan luas, kepedulian sosial, semangat kebersamaan, dan tanggung jawab untuk membangun daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dispora Mimika, Alberthin Timang, mengatakan pihaknya berharap para pemuda dan pegiat literasi yang mengikuti pelatihan selama tiga hari dapat kembali ke komunitas mereka, lingkungan sekolah, masjid, gereja, masyarakat, dan keluarga. Mereka diharapkan membawa seluruh materi serta pengalaman yang didapat untuk diterapkan di lingkungan masing-masing.
“Kami harap mereka mampu menjadi motor penggerak literasi, mengajak semua kalangan untuk mengaktifkan kembali akses membaca. Membaca adalah jendela dunia. Tidak hanya lewat buku, minat baca juga bisa dibangkitkan melalui buku-buku online. Saya pikir itu tidak masalah, selama mereka punya keinginan untuk membaca,” ujar Alberthin.
Dengan membaca, lanjutnya, banyak pengetahuan dan pengalaman yang akan diperoleh peserta. Kegiatan yang juga merupakan bagian dari koordinasi, sinkronisasi, dan penyelenggaraan pengembangan kepemimpinan pemuda tingkat kabupaten/kota itu resmi ditutup. Yohana berharap seluruh ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi kemajuan pemuda, pengembangan budaya literasi, serta Kabupaten Mimika yang kita cintai bersama. (Red)
- Penulis: Admin
