Lapter Hoeya Jadi Prioritas Utama, Warga Desak Uji Coba Segera Dilakukan
- account_circle Admin
- calendar_month 17 jam yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
LoAnggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Adolina Magal, S.AP, melaksanakan reses di Kampung Putih, Distrik Hoeya, pada Sabtu (11/7/2026). Kegiatan ini digelar dalam rangka menjalankan amanat konstitusional untuk menyerap secara langsung aspirasi dan keluhan masyarakat di daerah pemilihannya.
Pada kesempatan reses tersebut, warga Kampung Putih menyampaikan beragam usulan prioritas. Akan tetapi, satu persoalan yang dinilai paling krusial dan mendesak adalah belum dilakukannya test landing (uji coba pendaratan) di Lapangan Terbang (Lapter) Perintis Hoeya.
Warga Hoeya berharap uji coba pendaratan di Lapter setempat dapat direalisasikan sesegera mungkin, terutama guna menunjang mobilitas masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Harapan ini muncul lantaran Distrik Hoeya hingga saat ini masih terisolasi karena tidak memiliki akses jalan darat yang layak.

Akibatnya, warga terpaksa berjalan kaki dari Stinga menuju Hoeya dengan durasi tempuh 1 hingga 2 hari hanya sekadar untuk mengangkut kebutuhan pokok sehari-hari.
Kondisi geografis Hoeya yang terletak di kawasan dataran tinggi Kabupaten Mimika menjadikan wilayah ini sangat sulit dijangkau. Minimnya akses transportasi darat memberikan dampak signifikan terhadap berbagai sektor vital, seperti pelayanan kesehatan, proses belajar-mengajar anak sekolah, hingga penanganan situasi darurat dan kegawatdaruratan.
Landasan pacu Lapter Hoeya direncanakan memiliki panjang 550 meter. Bandara perintis ini dirancang tidak hanya melayani pesawat jenis Pilatus, tetapi juga pesawat berbadan lebih besar seperti PAC maupun Cessna Grand Caravan. Namun, proses pembangunan di medan berat dan sulit dijangkau mengharuskan pengangkutan seluruh alat berat dilakukan melalui helikopter berkapasitas besar.
Menanggapi seluruh masukan dan harapan yang disampaikan, Adolina Magal menegaskan komitmennya untuk menampung serta memperjuangkan seluruh aspirasi warga hingga dapat terwujud. Sebagai wakil rakyat, ia berjanji akan mengawal tuntas persoalan ini dan mendorong Pemerintah Kabupaten Mimika agar segera merespons kebutuhan mendesak masyarakat Hoeya.
Reses di Kampung Putih ini menjadi bukti nyata bahwa wakil rakyat hadir di tengah-tengah konstituennya. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bagi pemerintah daerah bahwa pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil seperti Hoeya bukan sekadar proyek fisik, melainkan pemenuhan hak dasar warga negara yang harus diprioritaskan.
Masyarakat Hoeya berharap Lapter Perintis dapat segera diuji coba dan beroperasi penuh, sehingga keterisolasian yang selama ini membelenggu keseharian mereka dapat segera berakhir. (Red)
- Penulis: Admin
