Waspada Malaria di Pasar Sentral: Dinkes Mimika Ungkap Dua Pemicu Utama
- account_circle Admin
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Kepadatan penduduk dan lingkungan yang kurang terjaga kebersihannya menjadi sorotan serius Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menyusul tingginya kasus malaria di kawasan Pasar Sentral.
Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Godfried Maturbongs, S.IP., M.MKes., mengungkapkan hal tersebut usai menghadiri kegiatan di Hotel Horison Diana, Timika, Papua Tengah, Rabu (20/5/2026). Menurutnya, peningkatan kasus malaria diketahui dari hasil pemeriksaan pasien yang datang berobat ke Puskesmas Pasar Sentral, di mana banyak warga dinyatakan positif malaria.
“Kalau lingkungan itu kotor dan tidak terurus dengan baik, maka itu menjadi salah satu faktor utama nyamuk bertelur dan berkembang biak,” ujar Godfried.
Ia menambahkan, kawasan Pasar Sentral memiliki tingkat kepadatan penduduk yang jauh lebih tinggi dibanding wilayah lain seperti Wania, Timika Jaya, dan Mapurujaya. Kondisi ini semakin memperparah risiko penularan malaria.
“Kalau kita jalan ke arah Puskesmas Pasar Sentral, kita bisa lihat sendiri bagaimana padatnya penduduk di sana dan bagaimana kondisi kebersihan lingkungannya,” katanya.
Godfried menegaskan bahwa penanganan malaria tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan. Dibutuhkan kerja sama lintas sektor, termasuk dukungan dari organisasi perangkat daerah (OPD) lain, LSM, serta partisipasi aktif masyarakat.
“Kata kuncinya adalah kerja sama lintas sektor. Kesehatan tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan OPD lain, LSM, dan masyarakat,” tegasnya.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan Mimika juga masih menghadapi keterbatasan tenaga dokter di sejumlah puskesmas. Saat ini, sebagian besar puskesmas baru memiliki satu dokter, padahal idealnya terdapat dua dokter untuk mendukung sistem pelayanan bergilir.
“Satu puskesmas idealnya ada dua dokter. Kalau satu dokter sedang shift di kota, satu dokter lagi tetap ada di puskesmas,” jelasnya.
Ia juga mengakui tenaga dokter gigi masih sangat minim, sementara regulasi Kementerian Kesehatan mewajibkan setiap puskesmas memiliki dokter gigi. Pemerintah daerah terus berupaya memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Upaya peningkatan layanan kesehatan ini sejalan dengan langkah Pemkab Mimika dalam memperkuat tata kelola fasilitas kesehatan. Perhatian terhadap kebersihan lingkungan pun diharapkan menjadi kebiasaan bersama demi mencegah penyebaran malaria di Mimika. (Red)
- Penulis: Admin











