Rekrutmen Paskibraka Mimika 2026 Rampung, 11 Peserta Lolos ke Provinsi, 1 Gagal di Nasional
- account_circle Admin
- calendar_month 17 jam yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Proses rekrutmen calon anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) tingkat Kabupaten Mimika untuk tahun 2026 telah resmi rampung dilaksanakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Seleksi yang berlangsung secara daring sejak Januari lalu ini mengirimkan puluhan peserta ke jenjang provinsi, meskipun satu kebanggaan Timika harus terhenti di tingkat nasional.
Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Mimika, Ronny S. Marjen, S.STP., M.H, mengungkapkan bahwa rekrutmen tahun ini terintegrasi dengan sistem digital nasional. Setiap peserta yang lolos akan memiliki barcode khusus yang terhubung dengan akun masing-masing sebagai bentuk digitalisasi data kepesertaan.
“Proses perekrutan secara online sudah berjalan dari Januari, Februari, dan sampai kemarin. Kita telah mengirimkan 10 orang ke tingkat provinsi, dan terdapat 52 orang yang ada di tingkat kabupaten/kota,” ujar Ronny di Kantor Kesbangpol Mimika, Selasa (14/7/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pihaknya juga mengirimkan 11 orang untuk mengikuti seleksi di tingkat nasional. Dari jumlah tersebut, enam orang asal Provinsi Papua Tengah dinyatakan lolos. Namun, satu anak asal Timika harus menghentikan langkahnya pada tahap pantahiran (seleksi akhir) di tingkat nasional.
“Kami sangat menyayangkan, tetapi dia tetap akan masuk dalam informasi provinsi sebagai cadangan. Jadi tetap bermain di level provinsi,” tambah Ronny dengan nada optimistis.
Meskipun gagal di tingkat nasional, peserta tersebut masih berpeluang untuk bertugas di tingkat provinsi Papua Tengah sebagai anggota cadangan.
Ronny memastikan bahwa para peserta yang lolos akan segera mengikuti pembinaan wawasan kebangsaan. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung mulai 17 Juli hingga 17 Agustus 2026 atau selama dua minggu penuh.
“Mulai 17 Juli sampai 17 Agustus nanti, mereka masih bolak-balik untuk pembinaan. Setelah dua minggu selesai, kemungkinan per 1 Januari 2027 mereka sudah masuk penampungan semua secara penuh,” jelasnya.
Pembinaan ini bertujuan untuk membekali para calon Paskibraka dengan pemahaman kebangsaan, kedisiplinan, serta keterampilan teknis pengibaran bendera sebelum bertugas secara resmi.
Di balik kelancaran proses rekrutmen, Ronny mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, terutama terkait akses pendaftaran daring. Banyak calon peserta yang terkendala kuota internet dan paket data untuk melakukan pemindaian barcode dalam proses pendaftaran.
“Tidak semua orang mau daftar online karena repot, apalagi jika tidak punya kuota. Misalnya di SMA 3, di Toko, atau di daerah Coconut, mereka kesulitan,” ungkapnya.
Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat akses internet di sejumlah wilayah Mimika masih belum merata, terutama di daerah pinggiran dan kawasan perkebunan.
Menyikapi kendala tersebut, Ronny berkomitmen untuk melakukan perbaikan pada rekrutmen tahun depan. Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Kesbangpol berencana untuk turun lebih awal melakukan verifikasi dan memfasilitasi pendaftaran, termasuk dengan menyediakan akses paket data bagi para pelajar yang berminat.
“Kita tidak bisa hanya menunggu kesadaran mereka, karena mungkin mereka mau tapi terkendala paket. Tahun depan kita coba formasi lebih tinggi lagi. Kita harus lebih dini melakukan verifikasi dan pendampingan, agar teman-teman bisa lebih selektif, tetapi tetap memberikan kesempatan yang luas bagi anak-anak Mimika,” pungkas Ronny.
Dengan evaluasi dan perbaikan sistem ini, diharapkan partisipasi generasi muda Mimika dalam program Paskibraka dapat semakin meningkat, sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan di kalangan pelajar. (Red)
- Penulis: Admin
