Pemerintah Mimika Evaluasi Program Imunisasi, Target Capaian 90% Masih Jauh
- account_circle Admin
- calendar_month 45 menit yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan menggelar Pertemuan Evaluasi Program Imunisasi bagi puskesmas, klinik, dan rumah sakit. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Grand Tembaga pada Selasa (9/6/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas imunisasi dalam menjalankan program imunisasi, baik secara teknis pelaksanaan maupun penginputan data ke dalam aplikasi yang digunakan. Selain itu, dibahas pula alur pelaporan klinik dan rumah sakit serta pengambilan logistik.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Mimika, Linus MR Dumatubun, mengatakan pertemuan ini merupakan evaluasi menyeluruh terhadap kegiatan imunisasi yang telah berjalan.
“Kami mengundang puskesmas, klinik swasta, dan rumah sakit. Tujuannya untuk mengevaluasi semua kegiatan yang telah berjalan serta hambatan-hambatan di lapangan. Kami akan diskusikan dan cari solusi bersama,” ujar Linus.
Ia mengakui bahwa dalam lima tahun terakhir, target imunisasi di Mimika belum pernah mencapai 90 persen. “Kegiatan ini menjadi ajang diskusi agar tahun ini kami berusaha mencapai target. Harapan kami, teman-teman yang mengikuti kegiatan bisa melaporkan semua hambatan di lapangan. Setelah pertemuan ini, kami berharap kerja sama dapat berjalan lebih baik dan hasilnya maksimal.”

Dalam gambaran umum yang disampaikan, program imunisasi mencakup berbagai tahapan mulai dari imunisasi dasar, baduta, balita, Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), hingga wanita usia subur (WUS). Pelaksanaan BIAS dinilai sangat penting karena anak pada usia tersebut mengalami penurunan titer antibodi sehingga membutuhkan imunisasi tambahan untuk meningkatkan kembali kekebalan tubuh.
Sasaran BIAS bersifat berkelompok, yang seharusnya memudahkan petugas dalam pelayanan. Jadwal pelaksanaannya juga panjang, mulai Agustus hingga November 2026. Namun kenyataannya, dalam lima tahun terakhir cakupan BIAS di Kabupaten Mimika tidak pernah mencapai target nasional sebesar 95 persen untuk semua antigen. Rata-rata cakupan setiap antigen per tahun berada di bawah 80 persen.
Kondisi ini memberikan gambaran bahwa Kejadian Luar Biasa (KLB) masih sangat berpotensi terjadi di Mimika. Pertemuan persiapan pelaksanaan BIAS tahun 2026 diharapkan mampu memberikan solusi untuk meningkatkan cakupan, sehingga dapat menekan potensi KLB yang dampaknya bisa meluas ke kabupaten lain bahkan seluruh tanah Papua, mengingat Mimika merupakan kabupaten transit.
Kegiatan ini memiliki tujuan umum, yaitu terlaksananya pertemuan persiapan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Adapun tujuan khususnya:
1. Petugas imunisasi di fasilitas kesehatan dapat mengikuti pertemuan persiapan pelaksanaan BIAS.
2. Seluruh fasilitas kesehatan dapat melaksanakan sosialisasi BIAS dan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah, serta melakukan pencatatan pelaporan manual dan penginputan di aplikasi.
Sementara Kepala Seksi Imunisasi Dinas Kesehatan Mimika, Nelsi Bungan Allo, S.Kep., Ners, menyampaikan bahwa kebijakan evaluasi program imunisasi rutin perlu disikapi dengan semangat kompetisi sehat.
“Jangan berpikir bahwa puskesmas yang tidak hadir berarti tidak bekerja. Namun dalam suatu program, perlu ada kompetisi secara sehat. Agar bapak ibu merasa bahwa pekerjaan yang dilakukan sangat bermanfaat,” ujar Nelsi.
Ia juga menyoroti masih adanya pemahaman keliru di masyarakat. “Sampai sekarang masih ada ibu-ibu yang mengira kalau sudah mendapat imunisasi, urusannya selesai. Padahal tidak demikian.”tutup. (Red)
- Penulis: Admin












