Warga Mimika Diimbau Hemat Air dan Waspada Kebakaran Akibat Cuaca Panas
- account_circle Admin
- calendar_month Senin, 24 Agt 2026
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Pemerintah Kabupaten Mimika mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran menyusul kondisi cuaca panas dan kering yang melanda wilayah setempat.
Imbauan tersebut disampaikan Bupati Mimika Johannes Rettob saat memimpin apel pagi di Lapangan Upacara Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, SP3, Senin (24/8/2026).
“Kita perlu mengatur penggunaan air dengan baik karena beberapa wilayah mulai merasakan dampak kekeringan. Air yang tersedia harus digunakan secara bijak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Johannes di hadapan para aparatur sipil negara.
Bupati menekankan pentingnya pengelolaan air mengingat sejumlah wilayah di Kabupaten Mimika mulai mengalami penurunan ketersediaan air. Masyarakat diminta menggunakan air seperlunya dan menghindari pemborosan.
Selain persoalan ketersediaan air, kondisi lingkungan yang kering turut meningkatkan risiko kebakaran. Johannes mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan menggunakan api.
“Saya minta masyarakat tidak melakukan pembakaran sembarangan. Jangan sampai aktivitas membakar sampah atau membuka lahan justru menimbulkan kebakaran yang merugikan banyak pihak,” tegasnya.
Peringatan ini menyusul kejadian kebakaran di dua lokasi pada Minggu (23/8/2026). Salah satu titik kebakaran berada di sekitar depan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) dan sempat mengancam fasilitas di sekitarnya sebelum berhasil ditangani petugas.
Sebelumnya, Pemerintah Distrik Mimika Baru telah mengeluarkan larangan pembakaran sampah dan pembukaan lahan dengan cara dibakar sebagai respons atas kejadian kebakaran tersebut.
Pemerintah Kabupaten Mimika juga terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mimika telah menggelar pelatihan keluarga tanggap kebakaran rumah tangga yang melibatkan 180 peserta.
Melalui langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap masyarakat lebih siap menghadapi dampak cuaca panas dan kering, sekaligus turut menjaga ketersediaan air dan mencegah kebakaran di lingkungan masing-masing.
Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan ke pihak berwenang jika melihat tanda-tanda kebakaran atau kendala akses air bersih di wilayahnya. (Red)
- Penulis: Admin








