Pria Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di SP 3 Mimika, Polisi Selidiki Motif Penganiayaan
- account_circle Admin
- calendar_month 28 menit yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Warga Jalan Cenderawasih, SP 3, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, digegerkan dengan penemuan sesosok pria tergeletak bersimbah darah di depan Perumahan Pondok Amor, Rabu (19/8/2026). Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh orang tak dikenal (OTK) menggunakan senjata tajam.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban pertama kali ditemukan oleh warga yang melintas sekitar pukul 06.30 WIT. Saat itu, korban tergeletak tak bergerak di pinggir jalan dengan luka menganga di bagian belakang bawah telinga kiri. Warga yang melihat langsung berteriak dan menghubungi aparat keamanan terdekat.
“Kami lihat dia sudah tidak bergerak, banyak darah di sekitar kepalanya. Kami langsung lapor polisi,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, identitas korban masih belum terungkap. Petugas kepolisian masih melakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap jati diri pria malang tersebut.
Kapolsek Kuala Kencana, AKP Djemi Reinhard, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan pihaknya telah menerima laporan dan langsung menurunkan tim ke lokasi kejadian.
“Iya benar, penyebabnya masih dalam penyelidikan. Kami masih mendalami motif dan kronologi lengkapnya,” ujar AKP Djemi saat dikonfirmasi, Kamis (20/8/2026).
AKP Djemi menambahkan, dari hasil pemeriksaan awal di TKP, korban diduga kuat menjadi korban penganiayaan dengan senjata tajam. Pihaknya kini tengah memburu pelaku yang diduga kabur usai melakukan aksinya.
“Kami masih memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan barang bukti. Mudah-mudahan pelaku segera kami tangkap,” tegasnya.
Peristiwa ini sempat menimbulkan kepanikan di kalangan warga sekitar, terutama pengguna jalan yang melintas di kawasan SP 3. Polisi pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Kami himbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melapor jika melihat hal-hal mencurigakan,” pungkas AKP Djemi.
Hingga saat ini, korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan visum et repertum guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. (Red)
- Penulis: Admin








