Pemerintah Kabupaten Mimika Gencarkan Program B2SA untuk Cegah Stunting di Kampung Kandun Jaya
- account_circle Admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Ketahanan Pangan menggencarkan program pemenuhan pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) sebagai langkah strategis meningkatkan gizi ibu hamil dan anak balita sekaligus menekan angka stunting di wilayah Kampung Kadun Jaya.
Kegiatan penyuluhan perdana digelar di Balai Kampung Kandun Jaya, Kilo 10, Timika, Papua Tengah, Senin (24/8/2026). Acara yang dibuka oleh Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika, I Nyoman Dwitana, S.Sos., M.Si., ini diikuti oleh masyarakat, kader Posyandu, serta narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika.
Sosialisasi ini menjadi tahap awal dari rangkaian program pemberian makanan tambahan (PMT) yang menyasar dua distrik, yakni Distrik Wania dan Distrik Mimika Timur. Khusus untuk Distrik Wania, program akan menjangkau 10 kelompok Posyandu.

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh I Nyoman Dwitana, Bupati Mimika menekankan bahwa pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita merupakan program nasional yang bertujuan meningkatkan status gizi, ketahanan fisik, dan kesehatan anak-anak sejak dini.
“Program ini dirancang khusus untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka. Selain itu, kami juga ingin mendorong kebiasaan makan yang baik serta perilaku higienis di tengah masyarakat,” ujar Nyoman membacakan sambutan Bupati.
Lebih lanjut, program yang awalnya dicetuskan melalui Instruksi Presiden pada tahun 1997 ini terus berkembang dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan sekolah. Makanan yang diberikan berupa kudapan atau makanan lengkap yang memperhatikan mutu dan keamanan pangan.
Bupati juga menyoroti pentingnya pemanfaatan bahan pangan lokal dalam program ini. Selain membantu mengatasi masalah kurang gizi, langkah tersebut sekaligus memberdayakan masyarakat dan menggerakkan ekonomi daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah, khususnya Kepala Distrik Wania dan Kepala Distrik Mimika Timur, yang telah membantu menyediakan posyandu. Apresiasi juga kami sampaikan kepada para kader posyandu, pendamping distrik, dan narasumber dari Dinas Kesehatan yang telah berkontribusi menyukseskan program ini,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Mimika, Herlina Imea, S.IP., M.M.P., menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah awal sebelum pemberian makanan tambahan dimulai.
“Untuk Distrik Wania sendiri ada 10 posyandu yang kita datangi. Kita bagi dalam dua kali pertemuan sosialisasi. Sosialisasi perdana di Kampung Kandun Jaya ini awalnya direncanakan diikuti enam kelompok Posyandu, namun empat kelompok hadir dalam kegiatan ini,” jelas Herlina.

Antusiasme masyarakat pada kegiatan perdana disebutnya melampaui ekspektasi. Jumlah ibu hamil dan balita yang hadir bahkan melebihi perkiraan awal panitia.
“Untuk pelaksanaan perdana hari ini, luar biasa. Ibu hamil dan anak-anak balita di Kandun Jaya hadir lebih banyak dari yang sudah kita rencanakan. Mereka sangat antusias mengikuti sosialisasi,” ungkapnya dengan semangat.
Herlina berharap edukasi dan pemberian makanan tambahan ini dapat meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia balita. Pihaknya optimis program ini mampu menekan angka stunting di Kabupaten Mimika.
“Harapan kita dari Dinas Ketahanan Pangan, sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Kabupaten Mimika, kegiatan ini dapat membantu mengantisipasi stunting pada ibu hamil dan anak-anak balita. Ke depan, kita berharap angka stunting dapat terus ditekan sehingga Kabupaten Mimika dapat bebas stunting,” pungkas Herlina.
Sekretaris Kampung Kandun Jaya, Mukmin, turut menyambut baik program ini. Ia mengatakan bahwa pihaknya akan memfasilitasi pelaksanaan pemberian makanan tambahan pada kegiatan posyandu mendatang.
“Intinya kegiatan ini sangat bermanfaat untuk pembenahan pemberian makanan bagi balita dan pencegahan stunting. Nanti saat kegiatan posyandu, Dinas Ketahanan Pangan akan memberikan makanan tambahan bagi bayi dan ibu hamil,” ujar Mukmin.
Dengan digelarnya sosialisasi perdana ini, Pemerintah Kabupaten Mimika optimis program B2SA dapat berjalan efektif dan memberikan dampak signifikan terhadap penurunan angka stunting di wilayah setempat. (Red)
- Penulis: Admin








