Panen Perdana Padi Gogo di Mimika: Bukti Nyata Sinergi Warga, TNI AU, dan Pemerintah Wujudkan Lumbung Pangan Baru
- account_circle Admin
- calendar_month 37 menit yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Sebuah langkah strategis dalam mewujudkan swasembada pangan di Bumi Amungsa kembali terukir. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Mimika, menggandeng Lanud Yohanes Kapiyau (YKU) serta Kelompok Tani Mandiri, sukses menggelar panen raya perdana padi Gogo di lahan seluas setengah hektare yang berlokasi di Jalan Nusantara, RT 17, Kampung Nawaripi, pada Jumat (18/6/2026).
Momen panen ini bukan sekadar seremonial, melainkan simbol kebangkitan petani lokal yang didukung penuh oleh aparat keamanan dan pemerintah daerah.
Mewakili Kepala Dinas, Kepala Seksi Pembenihan dan Perlindungan Produksi Tanaman Pangan, Hengky You, SP, MMA, menyampaikan rasa bangga yang mendalam terhadap kegigihan warga asli Papua yang berani terjun mengolah lahan pertanian.

“Semangat ini luar biasa. Hari ini kita panen setengah hektare, tetapi target kita tahun depan harus melonjak menjadi 2 hingga 5 hektare,” ujar Hengky dengan penuh optimisme.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memberikan dukungan penuh melalui penyediaan bibit unggul, pupuk, hingga alat-alat pertanian modern seperti mesin giling dan mesin perontok. Lebih lanjut, DTPHP berencana mengaktifkan 3 hingga 4 kelompok tani baru untuk memperluas areal persawahan di wilayah tersebut.
“Struktur lahan basah dan rawa di sini sangat cocok untuk padi Gogo. Kami siap memfasilitasi petani yang bertekun,” tambahnya.
Mewakili Kelompok Tani Mandiri, Simon Maoromako mengucapkan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemkab Mimika, DTPHP, serta Lanud YKU yang setia menjadi pembina.
“Kami bisa panen hari ini karena perhatian dan support yang luar biasa dari semua pihak, termasuk para penyuluh pertanian. Semoga aliran dukungan ini terus mengalir agar ketahanan pangan di tingkat petani benar-benar terwujud,” tutur Simon penuh haru.
Tak ketinggalan, peran Babinsa TNI AU yang bertugas sebagai pendamping Kampung Nawaripi turut menjadi kunci keberhasilan. Babinsa mengajak warga Kamoro lainnya untuk tidak ragu turun ke sawah.
“Hasil panen ini, besar atau kecil, adalah bukti bahwa kita bisa. Saya mengajak masyarakat lain untuk membuka lahan baru dan membentuk kelompok tani. Saya siap mendampingi mulai dari pengolahan tanah hingga menghubungkan dengan Dinas untuk mendapatkan fasilitas sarana produksi,” tegasnya.
Dengan terlaksananya panen perdana ini, Kampung Nawaripi diharapkan menjadi percontohan bagi kampung-kampung lain di Mimika. Gerakan membuka lahan sawah ini sejalan dengan program nasional ketahanan pangan, sekaligus menjawab kebutuhan pokok masyarakat di tingkat lokal.
Komitmen kuat dari pemerintah, TNI, dan semangat gotong royong warga menjadi modal utama menjadikan Mimika tidak hanya maju di sektor pertambangan, tetapi juga sebagai lumbung pangan di tanah Papua. (Red)
- Penulis: Admin












