Mimika Cari Duta Baca 2026, Generasi Muda Ditantang Kampanyekan Literasi di Era AI
- account_circle Admin
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

TIMIKA, jurnal Timika. Com
Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah menggelar Pemilihan Duta Baca Tingkat Kabupaten Mimika Tahun 2026 di Hotel Swiss-Belinn Timika, Rabu (2/9/2026).
Ajang perdana ini melibatkan pelajar SMA/SMK dan mahasiswa dari berbagai sekolah serta perguruan tinggi di Kabupaten Mimika. Sebanyak 30 peserta berhasil melaju hingga babak final setelah melewati sejumlah tahapan seleksi sejak awal Agustus 2026.
Kegiatan dibuka Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Bokeyau, S.Pd.
Ketua Panitia, Anton Tangkelayuk, mengatakan Pemilihan Duta Baca digelar untuk meningkatkan minat baca dan budaya literasi, khususnya di kalangan generasi muda Mimika.
Selain itu, kegiatan tersebut diarahkan untuk menjaring generasi muda yang berprestasi, komunikatif, kreatif, serta memiliki kepedulian terhadap perkembangan literasi.
Peserta yang nantinya terpilih diharapkan mampu menjadi mitra perpustakaan sekaligus penggerak budaya membaca di tengah masyarakat.
“Duta Baca nantinya diharapkan mampu mengampanyekan budaya membaca, mempromosikan layanan dan program literasi, serta mengajak masyarakat memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat kegiatan literasi,” kata Anton.
Seleksi Dimulai Sejak 3 Agustus
Anton menjelaskan, proses Pemilihan Duta Baca mulai dilaksanakan sejak 3 Agustus 2026.
Panitia sebelumnya menyampaikan pemberitahuan kepada sekolah dan perguruan tinggi di Mimika untuk mengirimkan peserta.
Tahapan seleksi dimulai dengan pembuatan video bertema peningkatan literasi di Kabupaten Mimika.
Video yang dikirim peserta kemudian dinilai untuk menentukan peserta yang berhak melanjutkan ke tahap berikutnya.
Setelah melewati seleksi video, peserta diminta membuat esai dengan tema “Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Kemajuan Literasi.”
Pada tahapan final, peserta harus mempresentasikan gagasan yang telah dituangkan dalam video maupun esai di hadapan dewan juri.
Tidak hanya menguji wawasan dan kemampuan komunikasi, peserta juga diberikan kesempatan menampilkan bakat dan minat masing-masing.
Panitia melibatkan tiga orang dewan juri, terdiri dari dua juri lokal yang berasal dari Dinas Pendidikan serta Bagian Protokol, dan satu juri dari Perpustakaan Nasional.
Para juri memiliki kompetensi di bidang literasi, bahasa, budaya, serta seni bercerita.
Anton mengatakan kegiatan tersebut menjadi Pemilihan Duta Baca pertama yang diselenggarakan di Kabupaten Mimika.
“Ini pertama kali digelar. Untuk berikutnya nanti kita lihat lagi karena belum ada kepastian,” ujarnya.
Duta Baca Bukan Sekadar Gelar
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Bokeyau, mengatakan membaca merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
Melalui membaca, kata dia, seseorang memperoleh pengetahuan, memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta menumbuhkan kreativitas dan karakter.
Karena itu, budaya membaca menurutnya tidak boleh menjadi kebiasaan sebagian kelompok masyarakat saja, tetapi harus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama kepada generasi muda.
“Keberadaan Duta Baca memiliki peran yang sangat penting. Duta Baca bukan sekadar sebuah predikat atau gelar, tetapi merupakan representasi generasi muda yang diharapkan mampu menjadi teladan, penggerak, dan inspirasi bagi masyarakat dalam membangun budaya gemar membaca,” kata Fransiskus.
Menurutnya, Pemilihan Duta Baca tidak hanya bertujuan mencari peserta dengan kemampuan dan wawasan terbaik.
Lebih dari itu, pemerintah ingin mendorong lahirnya generasi muda yang peduli terhadap literasi, perpustakaan, pendidikan, serta kemajuan masyarakat Kabupaten Mimika.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti setiap tahapan dengan percaya diri, menjunjung sportivitas, dan menunjukkan kemampuan terbaik.
Apa pun hasil pemilihan nantinya, pengalaman mengikuti kegiatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses pembelajaran dan pengembangan diri.
Khusus bagi peserta yang terpilih menjadi Duta Baca Kabupaten Mimika Tahun 2026, Fransiskus mengingatkan agar predikat tersebut dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Jadilah teladan dalam budaya membaca dan terus mengajak generasi muda lainnya untuk mencintai buku, memanfaatkan perpustakaan, serta menjadikan pengetahuan sebagai bagian penting dalam membangun masa depan,” pesannya.
Perpustakaan Harus Jadi Ruang Bertumbuh
Fransiskus menegaskan Pemerintah Kabupaten Mimika akan terus mendorong penguatan budaya literasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Ia menilai perpustakaan tidak lagi dapat dipandang sebatas tempat membaca maupun meminjam buku.
Perpustakaan harus berkembang menjadi ruang belajar, ruang bertumbuh, ruang berkreasi, serta tempat masyarakat memperoleh akses terhadap pengetahuan dan informasi.
Karena itu, pemerintah mengajak dunia pendidikan, orang tua, komunitas, dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun ekosistem literasi yang kuat di Kabupaten Mimika.
Fransiskus juga memberikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Mimika yang terus berupaya meningkatkan minat baca dan budaya literasi masyarakat.
Ia berharap Pemilihan Duta Baca dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak generasi muda terlibat langsung dalam gerakan literasi.
“Melalui membaca kita membuka jendela pengetahuan, memperluas wawasan, dan mempersiapkan generasi yang lebih baik untuk masa depan Kabupaten Mimika,” pungkasnya.(**)
“Berikut foto-foto Dokumentasi Pemilihan Duta Baca Tahun 2026 ”








- Penulis: Admin








