78 TK di Mimika Ramaikan Pawai Budaya, Perkenalkan Keberagaman Nusantara Sejak Dini
- account_circle Admin
- calendar_month 32 menit yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Kemeriahan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kabupaten Mimika terasa begitu semarak. Sebanyak 78 Taman Kanak-kanak (TK) menggelar pawai budaya yang meriah dengan melibatkan ratusan anak-anak berbaju adat dari berbagai penjuru Indonesia, Kamis (23/7/2026).
Mengenakan pakaian tradisional khas daerah, mulai dari Aceh hingga Papua, anak-anak tampak ceria dan percaya diri mengikuti rute pawai. Mereka memulai perjalanan dari halaman Gedung Eme Neme Yauware, menyusuri Jalan Belibis menuju Bank Papua, sebelum akhirnya kembali ke titik awal.
Kegiatan yang mengusung tema besar “Sayangi Anak, Lindungi Masa Depannya” ini merupakan wujud kolaborasi antara Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika dan Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Mimika.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Anton Welerubun, menyampaikan bahwa peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momen penting untuk memperkuat fondasi pendidikan anak usia dini.

Pawai Budaya Hari Anak Nasional
“Lewat kegiatan seperti ini, anak-anak tidak hanya bersenang-senang, tetapi juga belajar mengenal keberagaman budaya Indonesia. Ini bagian dari pembentukan karakter dan kreativitas mereka sejak dini,” ujar Anton.
Ia menjelaskan, saat ini terdapat 113 satuan PAUD yang tersebar di Kabupaten Mimika, dan sekitar 75 di antaranya turut berpartisipasi dalam pawai budaya kali ini. Angka yang tergolong tinggi dan menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari dunia pendidikan di Mimika.
Anton juga menekankan bahwa Dinas Pendidikan terus berkomitmen menjalankan program wajib belajar dan melakukan pendataan anak-anak yang terancam putus sekolah. Data yang terkumpul akan diverifikasi untuk kemudian dilakukan intervensi melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Langkah ini penting, mengingat masih ada peserta didik yang tercatat lulus, pindah domisili, atau bahkan meninggal dunia.
Sementara itu, Ketua IGTKI Kabupaten Mimika, Antoneta Manuhutu, mengungkapkan rasa bangganya terhadap semangat yang ditunjukkan oleh seluruh pihak.
“Ini adalah agenda rutin kami setiap Hari Anak Nasional, tapi tahun ini antusiasmenya benar-benar luar biasa. Kami sangat bersyukur karena dukungan dari sekolah dan orang tua murid sangat besar. Semua berjalan lancar berkat kolaborasi yang erat dengan Dinas Pendidikan,” kata Antoneta penuh syukur.
Menurutnya, pawai budaya bukan hanya ajang unjuk kostum, tetapi juga sarana pembelajaran yang efektif.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak untuk mencintai dan menghargai kebhinekaan. Mereka belajar bahwa Indonesia itu kaya, dan setiap suku serta budaya memiliki keindahannya sendiri,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Antoneta berharap agar seluruh guru di Mimika terus menjaga semangat dan komitmennya dalam mendidik generasi penerus.
“Harapan kami, semua guru tetap setia dan tulus mendidik anak-anak bangsa di Mimika. Karena masa depan Mimika dan Indonesia ada di tangan mereka. Mari kita jaga dan bimbing mereka dengan penuh kasih sayang,” tutup Antoneta dengan penuh haru. (Red)
- Penulis: Admin



