Kasus Curanmor di Siang Bolong, Keamanan Pasar Sentral Timika Kembali Disorot
- account_circle Admin
- calendar_month 21 jam yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Sistem keamanan di Pasar Sentral Timika kembali menjadi sorotan setelah sebuah sepeda motor milik pedagang hilang pada Minggu (9/8/2026) siang. Kendaraan tersebut diduga dicuri saat diparkir di depan toko pakaian BTS, sekitar 50 meter dari pintu masuk pasar, di tengah aktivitas perdagangan yang masih berlangsung .
Korban, Welny, mengatakan sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi PA 3299 HH miliknya diparkir sekitar pukul 11.00 WIT dalam keadaan terkunci stang. Setelah memarkir kendaraan, Welny membuka tokonya dan melayani pelanggan seperti biasa .
“Terakhir saya lihat sekitar pukul 14.00 WIT motor masih ada. Saat keluar lagi jam 15.00 WIT, motor sudah hilang,” ungkap Welny menceritakan kronologi kejadian .
Ia sempat menanyakan keberadaan kendaraannya kepada pemilik toko di sebelahnya serta penjaga toilet umum di dekat lokasi, namun keduanya mengaku tidak mengetahui kapan dan bagaimana sepeda motor tersebut dibawa pergi. Pencarian yang dilakukan Welny ke sejumlah lorong pasar hingga area terminal pun tidak membuahkan hasil .
Kekecewaan korban bertambah ketika mendatangi pos polisi di kawasan pasar untuk meminta bantuan, namun pos tersebut dalam keadaan kosong tanpa petugas. Nasib serupa dialami saat mendatangi Polsek Mimika Baru dan Pos Pelayanan Polres Mimika di Jalan Cenderawasih. Welny mengaku petugas menyampaikan bahwa Laporan Polisi (LP) resmi baru dapat dibuat setelah 24 jam sejak kejadian .
Kasus ini menambah panjang daftar keluhan pedagang terkait keamanan di Pasar Sentral Timika. Sejumlah pedagang mengaku pernah kehilangan barang dagangan maupun barang pribadi. Salah seorang pedagang, Agus, menyebut kejadian serupa sudah sering terjadi tanpa ada pertanggungjawaban dari pihak pengelola .
Padahal, Pasar Sentral Timika merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang setiap hari ramai dikunjungi. Keberadaan petugas keamanan menjadi penting untuk mencegah aksi pencurian sekaligus memberikan rasa aman .
Pengelolaan keamanan pasar selama ini berada di bawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika. Berdasarkan pernyataan Kepala Disperindag Sabelina Fitriani sebelumnya, sekitar 20 petugas keamanan ditempatkan dengan sistem dua shift . Namun, luasnya area Pasar Sentral dan banyaknya akses keluar masuk disebut menjadi tantangan tersendiri .
Pedagang mendesak Disperindag segera mengevaluasi menyeluruh sistem keamanan Pasar Sentral Timika. Mereka meminta petugas keamanan bertindak siaga, melakukan patroli rutin, dan memberikan langkah konkret demi menjamin keamanan barang milik pedagang maupun pengunjung .
Kasus hilangnya sepeda motor pada siang hari ini menjadi pengingat bahwa persoalan keamanan di Pasar Sentral Timika masih membutuhkan perhatian serius sebelum kejadian serupa kembali terulang. (Red)
- Penulis: Admin







