Efisiensi Tenaga Kesehatan di Mimika: Satu Puskesmas Bisa Berisi 70 Nakes, Padahal Cukup 35
- account_circle Admin
- calendar_month 22 menit yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Pemerintah Kabupaten Mimika masih menghadapi persoalan klasik dalam distribusi tenaga kesehatan (nakes) di wilayah pedalaman. Karena keterbatasan tempat tinggal, sistem kerja dua shift diterapkan, namun justru menyebabkan jumlah nakes di sejumlah puskesmas membengkak drastis hingga dua kali lipat dari kebutuhan ideal.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengungkapkan bahwa di salah satu puskesmas, terdapat 70 tenaga kesehatan, padahal seharusnya cukup 35 orang. Kondisi ini dinilai tidak efisien dan berpotensi mengganggu kualitas pelayanan.
“Sekarang mereka shift bertugas di daerah. Setelah kembali dari pedalaman, mereka harus apel dulu di kantor bupati atau di dinas kesehatan. Petugas di dinas yang akan membagi mereka ke puskesmas-puskesmas di kota,” tegas Johannes saat diwawancarai, Selasa (9/6/2026).
Orang nomor satu di Mimika itu menegaskan bahwa tidak boleh ada tenaga kesehatan yang meninggalkan tugas tetapi tetap menerima hak dan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) sebagaimana pegawai aktif. Setiap nakes wajib bekerja di puskesmas kota sesuai penempatan dari dinas kesehatan.
“Begitu kalian tiba di Timika, kalian laksanakan tugas di Timika, bukan terus kemudian bebas, lalu suka-suka terima TPP. Dinas kesehatan atur mereka di puskesmas kota, ikut apel tiap hari,” ujarnya dengan tegas.
Selain penataan distribusi nakes, Johannes juga meminta Dinas Kesehatan untuk memperkuat pengawasan terhadap kehadiran dan kinerja tenaga kesehatan. Menurutnya, disiplin pegawai menjadi kunci agar pelayanan di fasilitas kesehatan tidak terganggu.
Langkah ini diharapkan mampu meratakan jumlah tenaga kesehatan antara puskesmas di pedalaman dan perkotaan, sekaligus memastikan bahwa setiap nakes benar-benar menjalankan tugasnya secara penuh.
“Dinas kesehatan harus atur mereka. Tidak ada alasan untuk bermalas-malasan setelah kembali dari daerah,” pungkasnya.(Red)
- Penulis: Admin












