Diskominfo Mimika Bekali 140 ASN dengan Strategi Komunikasi Publik Era Digital
- account_circle Admin
- calendar_month 31 menit yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Sebanyak 140 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Komunikasi Publik Pemerintah bertema “Strategi dan Tata Kelola Komunikasi Publik Pemerintah Daerah di Era Digital”. Kegiatan berlangsung dua hari, Kamis–Jumat (5–6 November 2026), di Ballroom Hotel Horison Ultima, Jalan Hasanuddin, Mimika.
Bimtek yang digagas Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Mimika ini dibuka langsung oleh Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Mimika, Herry Onawame. Peserta terdiri dari pengelola media sosial, penanggung jawab komunikasi publik, serta koordinator program OPD Branding dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam sambutannya, Herry menekankan bahwa kualitas pembangunan daerah tidak hanya diukur dari banyaknya program yang berjalan, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menyampaikan hasil dan manfaatnya kepada masyarakat.
“Program yang baik perlu disampaikan dengan baik. Komunikasi yang jujur, terarah, dan mudah dipahami akan membangun kepercayaan serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tanggung jawab komunikasi publik tidak berada di pundak Diskominfo semata. Seluruh pimpinan OPD dan ASN, menurutnya, dituntut mampu menyampaikan informasi yang benar, menjelaskan kebijakan dengan bahasa sederhana, serta merespons kebutuhan dan persoalan masyarakat secara jelas. Kemampuan public speaking, menghadapi wawancara media, hingga merespons kritik menjadi keterampilan yang semakin penting di era keterbukaan informasi.
Untuk memperkuat kapasitas peserta, bimtek menghadirkan narasumber dari Kementerian PPN/Bappenas yang membawakan materi komunikasi pembangunan, serta dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) RI yang membekali peserta dengan strategi komunikasi publik digital, pengelolaan kanal resmi OPD, dan tata kelola komunikasi pemerintah daerah.
Herry berharap ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi diterapkan dalam tugas sehari-hari—mulai dari memimpin rapat, menyampaikan kebijakan, memberikan informasi pelayanan publik, hingga membangun komunikasi dengan warga.
Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh peserta menjadikan semangat kebersamaan sebagai landasan komunikasi pemerintahan yang lebih humanis dan inklusif.
“Mimika Rumah Kita hendaknya tercermin dalam cara kita menyapa, mendengar, dan melayani. Mari kita hadirkan komunikasi yang ramah, merangkul, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah yang kita cintai ini,” tutupnya.(Red)
- Penulis: Admin












