Minggu, 5 Jul 2026
Beranda » Berita Utama » Aparat Keamanan Kejar Pelaku Penembakan Pilot dan Perkuat Pengamanan di Korowai

Aparat Keamanan Kejar Pelaku Penembakan Pilot dan Perkuat Pengamanan di Korowai

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
  • print Cetak
Bagikan

MIMIKA ( Jurnal Timika ) – Suasana duka sempat menyelimuti landasan kecil di pedalaman Korowai. Insiden penembakan terhadap dua pilot pesawat perintis mengguncang rasa aman masyarakat yang selama ini sepenuhnya bergantung pada transportasi udara sebagai satu-satunya akses keluar-masuk wilayah tersebut. Namun di tengah rasa takut dan kehilangan, muncul solidaritas yang menguatkan.

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., dalam doorstop kepada awak media pada Senin (16/2) siang, menyampaikan bahwa para penumpang yang selamat secara sukarela mengumpulkan dana dan menitipkannya kepada perwakilan pilot maskapai Smart Air sebagai bentuk empati dan belasungkawa.

“Solidaritas para penumpang menunjukkan bahwa masyarakat Korowai sangat bergantung pada pesawat. Itu satu-satunya akses masuk. Jalur darat belum ada, dan wilayahnya sangat terpencil,” ujarnya.

Korowai berada di Kabupaten Boven Digoel dengan luas wilayah yang sangat besar dan kondisi geografis didominasi hutan lebat. Jumlah penduduk di kawasan Korowai sendiri sekitar 100 kepala keluarga. Fasilitas kesehatan terbatas, hanya terdapat satu sekolah dasar swasta, dan permukiman warga terkonsentrasi di sekitar bandara kecil yang menjadi nadi kehidupan masyarakat.

Di tengah keterbatasan tersebut, Polres Boven Digoel dengan sekitar 300 personel harus mengamankan wilayah yang sangat luas. Tantangan medan dan akses menjadi faktor krusial dalam proses pengejaran pelaku.

Menindaklanjuti arahan pimpinan Polri, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 melakukan penambahan kekuatan personel yang didukung Sat Brimob Polda Papua, jajaran Reskrim, serta Polres Yahukimo. Dari sekitar 20 orang yang diduga terlibat dalam penembakan terhadap awak pesawat perintis Smart Air pada (11/2), dua orang telah berhasil diidentifikasi dan saat ini masih dalam proses pendalaman lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan saksi dan penumpang yang selamat, diperkirakan terdapat tiga hingga empat senjata api laras panjang yang digunakan pelaku, sementara lainnya membawa senjata tajam seperti tombak, panah, dan parang, jenis dan asal senjata api masih dalam proses identifikasi.

Ditempat yang berbeda, kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah Yahukimo diperkirakan berjumlah sekitar 200 orang dan tersebar dalam beberapa kelompok kecil. Sejak Januari hingga pekan lalu, tercatat 23 kasus kekerasan yang diduga dilakukan kelompok tersebut, dengan pola aksi yang dinilai bertujuan menunjukkan eksistensi dan menarik perhatian.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa perlindungan masyarakat sipil menjadi prioritas utama dalam setiap langkah operasi.

“Korban dalam rangkaian kekerasan ini adalah warga sipil, mulai dari pilot, sopir, hingga pekerja yang membantu pembangunan sekolah. Negara tidak boleh kalah oleh teror. Kami pastikan penegakan hukum dilakukan secara profesional, terukur, dan berbasis alat bukti,” tegasnya.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa langkah penegakan hukum dilakukan secara terintegrasi dengan pendekatan preventif dan preemtif guna menjamin stabilitas keamanan di wilayah terdampak.

“Kami tidak hanya fokus pada pengejaran pelaku, tetapi juga memastikan masyarakat tetap merasa aman dan aktivitas penerbangan perintis bisa berjalan. Pengamanan bandara, penguatan patroli, serta koordinasi lintas satuan terus kami tingkatkan agar ruang gerak kelompok bersenjata semakin terbatas,” ujar Adarma.

Ia juga menekankan bahwa keselamatan warga menjadi orientasi utama setiap tindakan di lapangan.

“Operasi ini mengedepankan perlindungan masyarakat. Setiap langkah dilakukan secara terukur dan profesional, sehingga penegakan hukum berjalan, namun kehidupan warga tetap terlindungi,” tambahnya.

Koordinasi dengan unsur TNI di Tanah Merah terus diperkuat, termasuk pengamanan bandara-bandara terpencil yang memiliki fasilitas sangat terbatas dan operasional yang masih bergantung pada genset.

Masalah yang dihadapi nyata seperti kekerasan bersenjata di wilayah terpencil dengan akses terbatas. Respons aparat juga konkret dengan penambahan personel, pengejaran berbasis intelijen, penguatan pengamanan objek vital, serta pendekatan persuasif kepada masyarakat. Dampak yang diharapkan adalah keberlangsungan penerbangan, perlindungan fasilitas publik, dan pulihnya rasa aman warga.

Di tengah sunyinya hutan Korowai, pesan itu kembali ditegaskan dengan negara hadir untuk memastikan setiap warga, di wilayah mana pun, berhak hidup tanpa rasa takut. (Red)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sehari Sebelum Pencoblosan, FKUB Mimika Lakukan Doa Lintas Agama

    Sehari Sebelum Pencoblosan, FKUB Mimika Lakukan Doa Lintas Agama

    • calendar_month Rabu, 27 Nov 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanMIMIKA ( Jurnal Timika ) – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika melaksanakan doa lima agama jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Mimika yang akan digelar Rabu 27 November 2024. Doa bersama ini digelar di Hotel Swiss Bell Inn, pada Selasa (26/11/2024). Kegiatan doa bersama ini berisi pesan-pesan moral dari masing-masing pemuka agama yang […]

  • Lemasa Soroti Galian C di Mimika Rusak Lingkungan hingga Diduga Ilegal

    Lemasa Soroti Galian C di Mimika Rusak Lingkungan hingga Diduga Ilegal

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanTIMIKA, (Jurnal Timika) Aktivitas Galian C di Kabupaten Mimika kembali menuai sorotan. Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (Lemasa) menilai kegiatan tersebut merusak lingkungan dan diduga melanggar kesepakatan yang telah ditetapkan sebelumnya. Direktur Eksekutif Lemasa, Stingal Johnny Beanal, mengatakan hasil pemantauan di sejumlah titik menunjukkan dampak kerusakan lingkungan yang cukup serius. “Dari hasil monitoring kami, aktivitas […]

  • Razia Kapal Penumpang KM. Sirimau, Polisi Sita Ratusan Liter Miras Lokal dari Luar Daerah

    Razia Kapal Penumpang KM. Sirimau, Polisi Sita Ratusan Liter Miras Lokal dari Luar Daerah

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanMimika (Jurnal Timika) – Polsek Kawasan Pelabuhan Pomako bersama instansi terkait melaksanakan kegiatan pengamanan dan razia terhadap kapal penumpang KM. Sirimau yang bersandar di Dermaga Pelabuhan Besar Pomako, Rabu 6 Agustus 2025. Kasihumas Iptu Hempy Ona mengungkapkan, razia dipimpin langsung oleh Kanit Samapta Polsek Kawasan Pelabuhan Pomako, Ipda Syailendra, dengan melibatkan 4 personel Polsek, 3 […]

  • Patroli Humanis di Intan Jaya, Satgas Ops Damai Cartenz Duduk dan Berdialog dengan Warga

    Patroli Humanis di Intan Jaya, Satgas Ops Damai Cartenz Duduk dan Berdialog dengan Warga

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanMIMIKA ( Jurnal Timika ) — Personel Satgas Tindak Operasi Damai Cartenz 2026 menggelar patroli dialogis di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Senin (9/3/2026), untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif sekaligus membangun komunikasi langsung dengan masyarakat. Patroli yang dipimpin Danpos Tower Belukar 4.1 Ops Damai Cartenz 2026, Ipda Adri Ansyar Umar, S.M., menyasar […]

  • Warga Sipil Tewas Ditembak OTK di Puncak Jaya, Satgas Ops Damai Cartenz Selidiki Keterlibatan KKB

    Warga Sipil Tewas Ditembak OTK di Puncak Jaya, Satgas Ops Damai Cartenz Selidiki Keterlibatan KKB

    • calendar_month Minggu, 13 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanMimika (Jurnal Timika) – Suasana di Pasar Sentral, Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, mendadak mencekam pada Sabtu malam (12/7/2025) sekitar pukul 19.29 WIT, setelah terdengar suara tembakan yang menewaskan seorang warga sipil. Dalam rilis yang diterima, pada Sabtu malam, korban diketahui bernama Edi Hermanto (39), warga asal Probolinggo, Jawa Timur, yang berdomisili di Kampung Pagaleme, […]

  • Tiga Warga Nyaris Jadi Korban Penembakan di Jalur Maroku Yahukimo

    Tiga Warga Nyaris Jadi Korban Penembakan di Jalur Maroku Yahukimo

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanMIMIKA ( Jurnal – Pagi yang seharusnya tenang di pedalaman Yahukimo mendadak berubah mencekam ketika suara letusan senjata api memecah udara di jalur KM 7, Kampung Maroku, Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 07.30 WIT. Sebuah mobil pickup yang membawa tiga warga sipil menjadi sasaran gangguan tembakan dari orang tak dikenal. Dalam keterangan resmi yang diterima media […]

expand_less