Empat Anggota OPM di Puncak Jaya Serahkan Senjata, Pilih Kembali ke Keluarga dan Masyarakat
- account_circle Admin
- calendar_month 3 menit yang lalu
- print Cetak

PUNCAK,TIMIKA (Jurnal Timika)
Empat anggota kelompok bersenjata OPM di Kabupaten Puncak Jaya memilih meninggalkan kekerasan dan kembali menjalani kehidupan bersama keluarga serta masyarakat. Keputusan tersebut ditandai dengan penyerahan empat pucuk senjata api kepada Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto, S.I.P., M.M., M.T., dalam Upacara Reintegrasi Nasional yang berlangsung di halaman Makodim 1714/Puncak Jaya, Sabtu (26/9/2026).
Keempat anggota tersebut yakni Bongkar Tabuni dan Lipar Tabuni dari OPM Kodap X/Tolikara, serta Bejo Tabuni dan Kopitua Tabuni dari OPM Kodap XXVIII/Yambi. Kopitua Tabuni diketahui merupakan Koordinator Lapangan (Danops Wil) OPM Kodap XXVIII/Yambi.
Dalam prosesi tersebut, keempatnya menyatakan komitmen untuk kembali hidup bersama masyarakat melalui pembacaan ikrar dan penciuman Bendera Merah Putih. Setelah itu, mereka menyerahkan empat pucuk senjata api kepada Pangkoops TNI Habema sebagai bagian dari proses reintegrasi.
Empat senjata yang diserahkan terdiri dari satu pucuk AR-15 kaliber 5,56 mm, satu pistol revolver kaliber 9 mm, satu pistol Trailside Sig Arms kaliber .22 LR yang diserahkan Bejo Tabuni, serta satu pistol Combat kaliber 9 mm yang diserahkan Lipar Tabuni. Seluruh senjata tersebut selanjutnya diamankan dan ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.

Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menyampaikan penghargaan atas keputusan keempatnya untuk meninggalkan jalan kekerasan dan kembali ke tengah masyarakat.
“Keberanian bukan hanya ketika seseorang mampu mengangkat senjata, tetapi juga ketika berani meletakkannya dan memilih kehidupan yang lebih baik. Hari ini bukan tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Hari ini adalah tentang memilih masa depan,” ujar Riyanto.
Menurutnya, penyerahan senjata bukan menjadi akhir dari proses reintegrasi. Tahapan penting justru dimulai setelah mereka kembali ke masyarakat, terutama melalui penerimaan keluarga, pendampingan pemerintah, serta dukungan masyarakat agar mereka dapat menjalani kehidupan secara normal dan bermartabat.
“Senjata yang diserahkan hari ini menjadi tanda bahwa satu jalan lama telah ditinggalkan. Setelah ini mari kembali kepada keluarga, membangun kampung, berkebun, bekerja, beribadah, dan bersama-sama menjaga masa depan anak-anak Papua. Jalan damai selalu terbuka bagi saudara-saudara kita yang ingin kembali,” tegasnya.
Koops TNI Habema menegaskan, proses reintegrasi membutuhkan dukungan bersama dari pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat keamanan, dan terutama keluarga. Menurut Koops TNI Habema, keamanan yang telah tercipta perlu dilanjutkan dengan kehidupan sosial yang kembali normal, pelayanan masyarakat yang berjalan, serta tumbuhnya kepercayaan di tengah masyarakat.
Penyerahan empat pucuk senjata tersebut menjadi bagian dari proses reintegrasi empat anggota OPM untuk meninggalkan kekerasan dan membuka kehidupan baru bersama keluarga dan masyarakat. Upacara tersebut turut dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat keamanan, serta berbagai pihak yang mendukung proses reintegrasi. (Red)
- Penulis: Admin
