Koops TNI Habema dan Bupati Intan Jaya di Lembah Ugimba: Menyalakan Asa di Wilayah Terisolir
- account_circle Admin
- calendar_month 5 menit yang lalu
- print Cetak

UGIMBA, INTAN JAYA,TIMIKA (Jurnal Timika)
Panglima Komando Operasi (Koops) TNI Habema Brigjen TNI Riyanto, S.I.P., M.M., M.T. bersama Bupati Intan Jaya Aner Maisini mengunjungi Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah. Kedatangan rombongan disambut hangat Kepala Distrik Ugimba Penias Kogoya bersama warga setempat.

Bagi masyarakat Ugimba, kunjungan itu bukan sekadar pertemuan seremonial. Setelah lama terisolasi, kehadiran pemerintah dan aparat keamanan menjadi ruang untuk menyampaikan harapan, mendengar komitmen pembangunan, serta membuka kembali komunikasi yang sempat terputus.
Perjalanan menuju Ugimba dikenal tidak mudah. Dari Timika, perjalanan berlanjut ke Bilorai di Distrik Sugapa, lalu menembus lembah dengan medan berat dan cuaca ekstrem. Selama 15 tahun, Distrik Ugimba mengalami keterbatasan akses dan pelayanan pemerintahan. Wilayah ini hanya dapat ditempuh melalui jalur udara, sementara jalur darat harus menempuh sekitar 70 km menuju distrik terdekat. Ancaman keamanan dari kelompok bersenjata OPM turut menjadi tantangan tersendiri.

Dalam dialog bersama warga, Bupati Intan Jaya Aner Maisini menekankan bahwa pembangunan tidak dapat berjalan tanpa rasa aman dan kepercayaan masyarakat. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan generasi muda berkomitmen membangun kembali hubungan yang kuat melalui pendekatan pelayanan dan kebersamaan.

Menurutnya, kehadiran negara harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga kepedulian terhadap kehidupan masyarakat, pendidikan anak-anak, serta terbukanya akses terhadap kebutuhan dasar.

Suasana haru terlihat ketika para pemimpin dan masyarakat duduk bersama dalam dialog terbuka. Para tetua adat, kepala distrik, tokoh agama, pemuda, mama-mama, hingga anak-anak turut menyampaikan cerita dan harapan tentang masa depan Ugimba.
Dalam kesempatan itu, Brigjen TNI Riyanto mengajak seluruh masyarakat menjaga perdamaian dan membangun kembali kehidupan yang lebih baik. Ia juga berharap pihak-pihak yang masih berada di gunung dan hutan dapat kembali bersama membangun kampung halaman.
Warga bernama Tius menuturkan, sebelumnya Distrik Ugimba nyaris tidak tersentuh unsur pemerintah dan merupakan basis markas OPM pimpinan Sabinus Waker. Melalui warga Ugimba, Sabinus Waker menyampaikan bahwa mereka membutuhkan perhatian pemerintah berupa bantuan beras, sembako, dan bantuan desa.
“Kita membutuhkan pembangunan, dan kita juga bagian dari pemerintahan. Kami bersyukur Bapak Bupati dan TNI dapat hadir di sini,” pesannya.
Harapan baru pun mulai tumbuh. Warga menyambut rombongan dengan memberikan hasil bumi berupa sayur dan ubi. Bagi masyarakat, pemberian itu bukan sekadar hasil pertanian, melainkan simbol persaudaraan, penghormatan, dan keinginan membangun hubungan yang lebih baik.
Semangat perubahan juga terlihat dari kerja bersama membangun fasilitas yang mendukung kehidupan warga. Para prajurit dan masyarakat bergotong royong mengangkat material pembangunan jembatan. Salah satu simbol penting perubahan di Ugimba adalah berdirinya Jembatan Merah Putih. Bagi warga, jembatan itu bukan hanya penghubung antarwilayah, tetapi juga membuka akses menuju pendidikan, pelayanan kesehatan, aktivitas ekonomi, serta mempererat hubungan antarwarga.

Di tengah keterbatasan, semangat anak-anak Ugimba menjadi gambaran masa depan yang ingin mereka raih. Dengan penuh antusias, mereka menyampaikan impian untuk kembali bersekolah dan mengejar cita-cita. Ada yang bercita-cita menjadi prajurit penjaga bangsa, ada pula yang ingin mengabdi melalui pendidikan dan keagamaan.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan sembako serta kebutuhan pokok kepada masyarakat. Kehadiran pemerintah dan aparat keamanan diharapkan menjadi bagian dari proses panjang dalam memperkuat pelayanan publik serta membangun kepercayaan masyarakat.
Di tengah dinginnya udara pegunungan Ugimba, pesan sederhana kembali ditegaskan: memahami Papua bukan hanya tentang menaklukkan medan yang sulit, tetapi tentang kesediaan untuk hadir, mendengar, dan berjalan bersama masyarakat. Dari lembah Ugimba, harapan itu kembali menyala menuju Papua yang lebih damai, maju, dan sejahtera.(Red)
- Penulis: Admin








