Ratusan Mahasiswa di Mimika Gelar Aksi, Tuntut Usut Tuntas Kasus Kekerasan dan Pembunuhan
- account_circle Admin
- calendar_month 17 jam yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Timika se-Indonesia Kabupaten Mimika dan Forum Independen Mahasiswa (FIM) Kota Studi Mimika menggelar aksi penyampaian pendapat di halaman Kantor DPRK Mimika, Papua Tengah, Senin (31/8/2026).
Massa melakukan long march dari Bundaran Timika Indah dan kawasan SP2 sebelum tiba di Kantor DPRK Mimika, Jalan Cenderawasih, sekitar pukul 10.50 WIT. Aparat keamanan terlihat mengawal jalannya aksi sejak awal hingga akhir.
Dalam aksinya, mahasiswa menyoroti persoalan keamanan, kekerasan, dan kriminalitas yang terjadi di Tanah Papua, khususnya Kabupaten Mimika. Mereka meminta pemerintah daerah, DPRK, TNI, dan Polri mengambil langkah serius serta memastikan setiap kasus ditangani sesuai ketentuan hukum.
Aksi tersebut turut menyoroti kasus meninggalnya dua pelajar SMK Negeri 1 di wilayah SP3, Distrik Kuala Kencana, pada Minggu (30/8/2026). Massa meminta kasus tersebut dan berbagai peristiwa kekerasan lainnya di Mimika diusut secara transparan hingga tuntas.
Salah seorang perwakilan massa, Fransisca Pinimet, juga meminta Bupati Mimika hadir untuk mendengarkan langsung aspirasi mahasiswa.
“Kami minta agar Bupati hadir untuk mendengar aspirasi yang kami sampaikan, karena banyak sekali kami sebagai Orang Asli Papua menjadi korban pembunuhan,” ujar Fransisca dalam orasinya dengan lantang.
Di hadapan Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau dan sejumlah anggota dewan, mahasiswa turut menyinggung persoalan keamanan di wilayah Kwamki Narama serta sejumlah kasus kekerasan yang dinilai membutuhkan perhatian serius.
Aspirasi serupa disampaikan orator lainnya, Damaris Onawame. Massa meminta pemerintah dan aparat keamanan menghadirkan langkah nyata untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau mengatakan pihaknya akan mengundang Pemerintah Kabupaten Mimika dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk membahas kondisi keamanan serta sejumlah kasus kriminal di Mimika.
“Kami sudah membuat surat untuk mengundang Bupati dan TNI/Polri guna membahas persoalan pembunuhan dan kriminalitas di Kabupaten Mimika,” kata Primus.
Menurutnya, pertemuan tersebut diharapkan menghasilkan langkah konkret dalam merespons berbagai persoalan keamanan yang menjadi perhatian masyarakat. DPRK Mimika juga akan mendorong koordinasi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan agar penanganan kasus dapat berjalan sesuai mekanisme hukum.
Mahasiswa berharap aspirasi yang mereka sampaikan tidak berhenti pada pertemuan, tetapi ditindaklanjuti melalui langkah nyata untuk memperkuat keamanan masyarakat.
Hingga sekitar pukul 12.47 WIT, ratusan massa masih berada di halaman Kantor DPRK Mimika untuk menyampaikan aspirasi kepada para anggota dewan. Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan situasi di sekitar Kantor DPRK Mimika terpantau aman serta kondusif. (Red)
- Penulis: Admin








