Bukan Lagi Beban Istri, DP3AP2KB Mimika Ajak Pria Jadi Akseptor KB Lewat Vasektomi Gratis
- account_circle Admin
- calendar_month 6 jam yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Selama ini program Keluarga Berencana (KB) identik dengan perempuan. Namun, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Mimika mulai mengubah paradigma tersebut dengan gencar mensosialisasikan vasektomi sebagai pilihan kontrasepsi bagi para suami.
Kepala DP3AP2KB Mimika, Johana Arwam, mengungkapkan bahwa saat ini sudah sekitar lima orang laki-laki di wilayahnya yang menjalani prosedur vasektomi. Menurutnya, program ini seharusnya tidak asing lagi di masyarakat, mengingat selama ini beban KB hampir sepenuhnya ditanggung oleh istri.
Johana menjelaskan, tidak semua perempuan cocok dengan alat kontrasepsi yang tersedia. Sebagian mengeluh setelah mengonsumsi pil KB, sementara lainnya merasakan ketidaknyamanan akibat implan, terutama karena aktivitas kerja berat yang mereka jalani sehari-hari.
“Kalau bapak-bapak sudah melakukan vasektomi, berarti ibu tidak perlu KB lagi. Ini khusus untuk para suami yang sayang istri. Kalau bisa, mereka yang ber-KB, jangan istri lagi,” tegas Johana saat diwawancarai di Mimika, Kamis (4/6/2026).
Ia menambahkan bahwa sosialisasi terus digalakkan, dan siapa pun yang berminat bisa mengakses layanan tersebut secara gratis karena sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah. Namun, calon peserta wajib terlebih dahulu mencapai kesepakatan dengan pasangan, lalu berkonsultasi dengan bidang terkait di DP3AP2KB Mimika.
Di sisi lain, Johana mengakui bahwa pasokan alat kontrasepsi dari pemerintah pusat saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh puskesmas dan pustu di Mimika. Data jumlah akseptor per distrik menjadi kunci agar permintaan bantuan ke pusat bisa sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat.
“Maka dari itu, kami berencana mengusulkan pengadaan tambahan melalui anggaran perubahan (APBD Perubahan). Awalnya kami pikir bantuan dari pusat cukup, ternyata setelah dibagikan ke lapangan, jumlahnya tidak memadai. Kami sudah berdiskusi dengan bidang terkait, dan akan kami usulkan lagi lewat APBD Perubahan,” pungkasnya. (Red)
- Penulis: Admin













