Rayakan Paskah di Mimika, Bupati Johannes Rettob: Kebangkitan Kristus Adalah Momentum Jaga Harmoni Lintas Agama
- account_circle Admin
- calendar_month 54 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

TIMIKA ( Jurnal Timika )
Ribuan umat Kristiani di Kabupaten Mimika memadati Gedung Eme Neme Yauware untuk merayakan Paskah, Selasa (7/4/2026). Perayaan yang diinisiasi oleh Persekutuan Gereja-gereja Mimika (PGGM) ini menjadi simbol persatuan dengan tema “Kristus Bangkit Membaharui Kemanusiaan Kita” (2 Korintus 5:17).
Kemeriahan diawali dengan parade yang melibatkan anak-anak Sekolah Minggu GKI Pengharapan, yang kemudian dilanjutkan dengan ibadah oikumene yang dibuka secara khidmat oleh Pastor Ibrani Gwijangge Projo.
Pesan Ketertiban dan Toleransi Mewakili Kapolres Mimika, yang diwakili Domas menekankan bahwa makna Paskah harus diimplementasikan dalam kehidupan sosial, termasuk kesadaran dalam menjaga ketertiban umum. Ia mengingatkan warga agar tetap mengedepankan keselamatan dan toleransi saat berada di jalan raya.
“Mari tunjukkan sikap tertib sebagai wujud iman. Jangan lupa bahwa jalan raya adalah milik bersama. Tunjukkan kepada dunia bahwa Timika adalah rumah kedamaian yang abadi,” ujar Domas dalam sambutannya.

Sementara itu, Bupati Mimika, Johannes Rettob, dalam pidatonya menegaskan bahwa peristiwa kebangkitan Yesus Kristus adalah sumber harapan baru bagi umat dalam menghadapi berbagai tantangan. Namun, yang lebih spesial dalam perayaan tahun ini adalah hadirnya semangat lintas agama dalam prosesi parade.
“Mimika adalah daerah yang sangat heterogen. Parade Paskah ini bukan sekadar seremonial, melainkan bukti nyata bahwa di Mimika, semua lintas agama bisa berjalan beriringan,” ungkap Johannes.

Ia menambahkan bahwa keharmonisan ini telah teruji melalui rangkaian hari besar keagamaan yang berdekatan, mulai dari Imlek, Nyepi, hingga Idulfitri yang semuanya berlangsung damai di Mimika.
“Kita sudah melewati Imlek, Tahun Baru Saka, dan Idulfitri dengan luar biasa. Semua perayaan agama adalah milik kita bersama, tidak ada perbedaan. Kita harus jadi satu untuk membangun daerah ini,” tambahnya.
Harapan untuk Masa Depan Menutup sambutannya, Bupati yang akrab disapa JR ini menyampaikan apresiasi kepada PGGM, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan aparat keamanan yang telah menjaga kondusivitas acara. Ia berpesan agar umat Kristiani mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing.
“Jadilah pribadi yang penuh kasih dan rendah hati. Jadilah berkat bagi semua orang di kabupaten ini. Mari kita buat Mimika aman, damai, dan sejahtera,” tutupnya.
Perayaan ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan Kabupaten Mimika dan keutuhan NKRI. (Red)
- Penulis: Admin






Saat ini belum ada komentar