Jum. Apr 3rd, 2026
Bagikan

TIMIKA (Jurnal Timika) –
Suasana haru menyelimuti Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Mimika saat Alice Irene Wanma resmi mengakhiri 35 tahun lebih pengabdiannya sebagai ASN, Jumat (2/4/2026). Sosok yang dikenal tulus melayani ini meninggalkan jejak panjang, dari dunia kesehatan hingga sektor pertanian.

Pantauan media ini, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan pada Jumat, 2 April 2026 dilaksanakan acara perpisahan purna tugas penuh haru.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wujud penghargaan atas dedikasi dan kontribusi nyata selama menjabat di Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan.

Momen perpisahan ini menjadi kesempatan berharga bagi seluruh jajaran untuk mengapresiasi perjalanan panjang sang pejuang, yang tidak hanya berkecimpung di bidang pertanian, namun juga mengawali kariernya dari dunia kesehatan.

Dalam sambutannya, Alice Irene Wanma menceritakan pengalamannya merintis karier sejak menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
“Kerja saya sudah lama, mulai merintis dari CPNS. Banyak suka duka yang saya alami,” tuturnya.

Ia mengisahkan perjuangannya menempuh pendidikan demi peningkatan karier. Mulai dari sekolah bidan, guru bidan, hingga melanjutkan pendidikan ke Makassar dan Malang untuk menjadi guru bidan yang kompeten. Setelah sang suami diterima bekerja di PT Freeport, Alice pun pindah dan bertugas di Puskesmas, melayani masyarakat dengan sepenuh hati.

“Saya pernah bekerja tanpa gaji selama tiga tahun, tetapi saya jalani dengan ikhlas dan tulus. Saya melayani hingga 200 pasien per hari, mendiagnosa, memberikan obat. Pengalaman itu tidak pernah saya lupakan,” kenangnya.

Alice menekankan bahwa kunci kesuksesannya adalah menjaga hati. ” Isi hati kita harus benar-benar kita jaga. Bukan kepintaran kita, tetapi hati yang tulus dan ikhlas. Tuhan akan memberkati,” pesannya.

Setelah pindah ke Timika, ia mendapat berbagai tanggung jawab, mulai dari penanggungjawab Puskesmas, pemegang program KB, Kepala Seksi Gizi, Kepala Sub Bidang Keluarga, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, hingga Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Enam bulan kemudian, ia dipindahkan ke bidang pemberdayaan perempuan, lalu ke sektor pertanian.

Alice mengakui awalnya stres karena harus bekerja di sektor yang bertentangan dengan profesinya sebagai tenaga kesehatan. Namun, ia meyakini bahwa Tuhan akan memberikan kemampuan.
“Ternyata betul, saya bisa menjadi pejabat di pertanian selama 6 tahun 3 bulan (18 Juli 2019 hingga kini). Sebagai ASN, kita harus punya tanggung jawab, loyalitas, dan integritas. Hati yang kecil ini harus kita jaga,” ujarnya.

Ia berpesan bahwa jabatan adalah titipan dari Tuhan. “Kita tidak boleh sombong, harus ramah, harus melayani dengan baik. Jika kita menjaga hati, Tuhan akan memberikan kekuatan dan kesehatan,” tambahnya.

Selama 35 tahun mengabdi, Alice Irene Wanma menerima dua kali penghargaan dari pemerintah, termasuk sebuah cincin seberat 10 gram sebagai apresiasi bagi seluruh ASN. Di usianya yang ke-60 tahun, ia bersyukur masih diberikan kesehatan hingga dapat menyelesaikan masa purna tugas dengan baik.

“Saya siap-siap selalu. Mari kita bekerja baik-baik karena kita akan bertanggung jawab kepada Tuhan. Anak cucu kita juga akan melihat. Jaga hati, jaga kerja kita supaya semua panjang umur,” pungkasnya penuh haru.

Acara perpisahan ini menjadi inspirasi bagi seluruh ASN di lingkungan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan untuk terus mengedepankan dedikasi, keikhlasan, dan pelayanan prima kepada masyarakat. (*)

Penulis: Elis

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *