Sukses Tembus Pasar Malaysia, 240 Kg Kepiting Bakau Asal Mimika Diekspor Senilai Rp72 Juta
- account_circle Admin
- calendar_month 3 menit yang lalu
- print Cetak

Foto Bersama
TIMIKA (Jurnal Timika)
Kabar menggembirakan datang dari sektor perikanan Papua Tengah. SebanRyak 240 kilogram kepiting bakau asal Mimika berhasil diekspor ke Malaysia dengan nilai transaksi mencapai Rp72 juta. Ekspor ini difasilitasi oleh Badan Karantina Indonesia melalui Karantina Papua Tengah, pada Rabu (13/5/2026).
Kepala Karantina Papua Tengah, Anton Panji Mahendra, menjelaskan bahwa pencapaian ini menjadi bukti nyata komoditas unggulan Mimika tidak kalah kualitasnya di mata pasar internasional.
“Kami telah menerbitkan Health Certificate (HC) sebagai bukti bahwa seluruh kepiting bakau telah dinyatakan sehat dan aman. Sebelum diterbitkan, petugas karantina melakukan pemeriksaan fisik secara ketat untuk memastikan komoditas ini memenuhi standar keamanan pangan global,” ungkap Anton.
Menurut Anton, potensi sumber daya perikanan di Papua Tengah sangat besar dan menarik bagi pasar luar negeri. Namun, perlu sinergi kuat antara karantina dan pemerintah daerah agar semakin banyak produk lokal yang mendunia.
“Ekspor ini berdampak positif bagi ekonomi daerah sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha lokal. Kami terus mengawal kualitas komoditas Indonesia agar kepercayaan negara tujuan terhadap produk ekspor kita semakin tinggi,” tambahnya.
Anton juga menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya mengawasi, tetapi juga aktif mendampingi dan memfasilitasi pelaku usaha agar mampu menembus pasar ekspor secara berkelanjutan.
“Kami berharap kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan terus terjalin erat. Dengan begitu, komoditas unggulan Papua Tengah bisa terus bersaing di kancah internasional,” tutup Anton.
Sementara itu, Bupati Mimika, Johannes Rettob, turut memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan ini. Dalam sambutannya, ia menyebut bahwa ekspor perdana kepiting bakau menjadi langkah strategis memperkuat daya saing produk daerah di pasar global.
“Ini adalah hasil kerja sama luar biasa antara Karantina Papua Tengah, Bea Cukai, UPBU Bandara Mozes Kilangin Timika, dan Pemerintah Kabupaten Mimika. Semoga menjadi awal dari semakin banyaknya komoditas unggulan kita yang mendunia,” pungkas Bupati. (Red)
- Penulis: Admin











