Kamis, 15 Okt 2026
Beranda » Berita Utama » Kedua Kubu Paslon Bupati Puncak Jaya Sepakat Berdamai dan Tak Mau Perang Lagi

Kedua Kubu Paslon Bupati Puncak Jaya Sepakat Berdamai dan Tak Mau Perang Lagi

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
  • print Cetak
Bagikan

Mimika ( Jurnal Timika ) Kedua kubu pendukung pasangan calon Bupati Jaya baik nomor urut 1 Yuni Wonda – Mus Kogoya dan nomor urut 2 Miren Kogoya – Mendi Wonorengga menyatakan ingin berdamai dan menghentikan perang.

Pernyataan itu, disampaikan masing-masing kubu dihadapan Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Alfred Papare, Danrem 173/PVB Brigjen TNI Frits WR Pelamonia, Ketua MRP Papua Tengah Agustinus Anggaibak, Pj Bupati Puncak Jaya, Yopi Murib, Kapolres AKBP Kuswara dan Dandim 1714 Puncak Jaya dalam pertemuan secara terpisah dengan kedua kubu paslon itu, Rabu, 9 April 2025.

Juru Bicara Kubu Paslon Bupati Puncak Jaya nomor urut 1, Apenius Wenda mengatakan jika kubunya tidak lagi mau melanjutkan perang, meski sudah 8 orang dari kubunya meninggal dunia dalam perang ini. Sedangkan, korban meninggal di kubu paslon bupati nomor urut 2 sebanyak 5 orang.

“Kami korban 8 orang, teman-teman di kubu 02 ada 5. Secara adat perang ini, tapi kami sudah tidak mau perang lagi. Karena kemanusiaan dan korban sudah banyak, kami tidak mau perang,” katanya.

“Jadi, kami nomor urut 1 sudah sepakat tidak mau perang lagi. Kami mau belah kayu doli, adat untuk penyelesaian perang. Pada saat pernyataan ini, Tuhan dengar dan alam menyaksikan,” sambungnya.

Bahkan, jika kubu paslon bupati nomor urut 2 menganggu, maka kubu paslon bupati nomor urut 1 menyerahkan kepada aparat keamanan. Sementara itu, untuk proses perdamaian, kubu 01 menyerahkan kepada pemerintah daerah.

“Titik-titik yang sering terjadi perang sebelumnya, kami minta aparat keamanan menjaganya, karena kami tidak mau perang lagi, kami mau damai,” pintanya.

Bahkan, imbuhnya, pernyataan perdamaian itu, langsung datang dan dibuat langsung oleh keluarga dari 8 orang korban meninggal dunia tersebut. Bahkan, mereka berinisiatif siap untuk tandatangan perdamaian.

Sementara itu ditempat terpisah, Juru Bicara Kubu Paslon Bupati Puncak Jaya nomor urut 2, Samuel Wonorengga juga menyampaikan hal serupa, jika kubu pendukung paslon bupati 02 tidak mau perang lagi.

“Secara budaya, kami sudah sampaikan tidak akan ada lagi perang. Itu sudah kesepakatan dan kami sudah taruh di honai laki-laki,” katanya.

Untuk perdamaian secara adat belah kayu doli atau patah panah, ujar Samuel, itu proses adat yang akan ditentukan sendiri.

“Intinya kami sudah sepakat bahwa Mulia tidak ada lagi perang. Jangan, itu sudah keputusan tertinggi dari kami,” tegasnya.

Pada intinya, yang punya permasalahan baik paslon bupati 01 dan 02, mereka harus ada di Mulia. “Setelah keputusan itu final, mereka datang dan baru kita buat ritual adat. Intinya, kesepakatan yang telah kami buat kemarin, tidak akan ada lagi perang dan kami nyatakan damai,” pungkasnya.

Pj Bupati Puncak Jaya Yopi Murib mengapresiasi keinginan kedua belah pihak untuk sepakat berdamai dan menghentikan perang.

“Kami pemerintah, kesatuan TNI – Polri dari awal berupaya menjaga agar jangan sampai ada korban lagi. Terimakasih atas keinginan damai itu,” katanya.

Yang jelas, imbuh Pj Bupati Yopi Murib, pemerintah siap untuk menfasilitasi kesepakatan damai antara kedua belah pihak tersebut.

Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Alfred Papare mengakui diutus Gubernur Papua Tengah ke Puncak Jaya untuk mendampingi Forkompinda dalam rangka penyelesaian perdamaian kedua kubu paslon yang konflik pasca Pilkada.

“Sedianya acara perdamaian dilaksanakan 8 April 2025, namun kedua kubu belum siap dan ditunda hari ini, Rabu, 9 April 2025. Namun, waktu yang disepakati kedua kubu belum datang, sehingga kami berinisiatif mendatangi masing-masing kubu dan mendengar langsung apa yang mereka sampaikan,” katanya.

Yang jelas, dari penyampaian kedua kubu paslon, ujar Kapolda, mereka ingin damai dan mengakhiri perang. Dari kubu 01, mereka ingin damai dan mereka berharap pada Sabtu, 11 April 2025 akan dilakukan belah kayu doli atau patah panah sebagai simbol perdamaian.

“Kemudian kami ke kubu 02 dan hasilnya mereka menyatakan ingin damai, tapi belum ada statemen kapan pelaksanaannya,” ujarnya.

Ia menilai pernyataan dari kedua kubu paslon ini, pihaknya menilai bahwa ada indikasi kedua kubu ini masih belum ada niat untuk sama-sama berdamai.

“Kami pihak keamanan, saya dengan pak Danrem akan meningkatkan keamanan dan antisipasi segala kemungkinan yang terjadi. Tapi kami juga mohon bantuan dari MRP, Pj bupati dan tokoh-tokoh agama untuk memberi pemahaman kepada kedua kubu ini. Kita tidak perlu berdamai setelah keputusan MK lagi, sebelum putusan, secepatnya bisa berdamai, agar tidak jatuh korban lagi,” paparnya.

Ditambahkan, pihaknya akan melaporkan kepada Gubernur Papua Tengah terhadap hasil pertemuan dengan kedua kubu paslon bupati tersebut untuk mengambil langkah-langkah berikutnya. (Red)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Mimika: Pembangunan Tak Lambat, Banyak Program Berjalan di Kampung

    Bupati Mimika: Pembangunan Tak Lambat, Banyak Program Berjalan di Kampung

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanTIMIKA (Jurnal Timika) Pemerintah Kabupaten Mimika membantah anggapan bahwa pembangunan di wilayahnya berjalan lambat. Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang baru mencapai 22,27 persen hingga Juli 2026 tidak dapat dijadikan satu-satunya tolok ukur keberhasilan pembangunan. Menurut Johannes, sejumlah besar kegiatan pembangunan saat ini justru gencar dilaksanakan di daerah […]

  • Wabup Mimika Imbau Pejabat Lama Segera Kembalikan Kendaraan Dinas

    Wabup Mimika Imbau Pejabat Lama Segera Kembalikan Kendaraan Dinas

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanTIMIKA (Jurnal Timika) Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, mengimbau para pejabat lama yang belum menyerahkan fasilitas dinas, khususnya kendaraan roda empat, agar segera mengembalikannya kepada pemerintah daerah untuk selanjutnya digunakan pejabat baru. Imbauan tersebut disampaikan usai memimpin apel pagi di halaman Kantor Bupati Mimika, Senin (13/4/2026). Emanuel mengungkapkan, hingga saat ini masih terdapat sejumlah pejabat […]

  • Dinkes Mimika Gelar Workshop Penanganan Kasus Kronis Filariasis

    Dinkes Mimika Gelar Workshop Penanganan Kasus Kronis Filariasis

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanTIMIKA (Jurnal Timika) Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menggelar Workshop Tatalaksana Kasus Kronis Filariasis di Hotel Grand Tembaga, Rabu (1/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh tenaga kesehatan dari 26 puskesmas serta perwakilan dari tiga rumah sakit di Kabupaten Mimika. Sekretaris Dinas Kesehatan Mimika, dr. Sisma HL, menyampaikan bahwa meskipun kasus filariasis kronis yang tercatat hanya dua, […]

  • Pendekatan Humanis TNI, Lima Anggota OPM pilih NKRI Usai

    Pendekatan Humanis TNI, Lima Anggota OPM pilih NKRI Usai

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanMimika ( Jurnal Timika ) – Pendekatan humanis yang dijalankan Satgas Yonif 732/Banau kembali membuahkan hasil. Lima pemuda Papua yang sebelumnya tergabung dalam kelompok OPM pimpinan Joni Botak menyatakan tekad kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Kampung Jampul, Distrik Beoga Barat, Kabupaten Puncak, minggu (4/1/2026). Kelima pemuda tersebut yakni Damal Kum alias […]

  • Polisi Masih Dalami Penemuan Jenazah di Sp 1

    Polisi Masih Dalami Penemuan Jenazah di Sp 1

    • calendar_month Kamis, 3 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanTimika,Jurnal Timika .com – Kepolisian Resor Mimika melalui Polsek Mimika Baru Menindaklanjuti adanya laporan warga, sekitar pukul 05.00wit, Kamis (3/10) terkait adanya penemuan Jenasah Laki-laki yang Tergeletak dijalan Pemuda Sp 1. AKP J Limbong saat dimintai keterangan menyampaikan bahwa saat ini Korban masih dalam pemeriksaan agar mengetahui penyebab dari meninggalnnya. “Tadi ketika mendapatkan laporan tim […]

  • Kontak Tembak di Wamena, Satu KKB Tewas, Ratusan Gram Ganja Disita

    Kontak Tembak di Wamena, Satu KKB Tewas, Ratusan Gram Ganja Disita

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanMimika (Jurnal Timika) – Satu anggota KKB sekaligus keponakan dari Egianus Kogoya pemimpin KKB wilayah Nduga atas nama Pionus Gwijangge alias Perampok Gwijangge tewas dalam kontak tembak dengan Satgas Gakkum Ops Damai Cartenz-2025, di Kampung Pugima, Distrik Welalegama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Kaops Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., didampingi Wakaops […]

expand_less