Sabtu, 30 Mei 2026
Beranda » Berita Utama » Kedua Kubu Paslon Bupati Puncak Jaya Sepakat Berdamai dan Tak Mau Perang Lagi

Kedua Kubu Paslon Bupati Puncak Jaya Sepakat Berdamai dan Tak Mau Perang Lagi

  • account_circle Admin
  • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
  • print Cetak
Bagikan

Mimika ( Jurnal Timika ) Kedua kubu pendukung pasangan calon Bupati Jaya baik nomor urut 1 Yuni Wonda – Mus Kogoya dan nomor urut 2 Miren Kogoya – Mendi Wonorengga menyatakan ingin berdamai dan menghentikan perang.

Pernyataan itu, disampaikan masing-masing kubu dihadapan Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Alfred Papare, Danrem 173/PVB Brigjen TNI Frits WR Pelamonia, Ketua MRP Papua Tengah Agustinus Anggaibak, Pj Bupati Puncak Jaya, Yopi Murib, Kapolres AKBP Kuswara dan Dandim 1714 Puncak Jaya dalam pertemuan secara terpisah dengan kedua kubu paslon itu, Rabu, 9 April 2025.

Juru Bicara Kubu Paslon Bupati Puncak Jaya nomor urut 1, Apenius Wenda mengatakan jika kubunya tidak lagi mau melanjutkan perang, meski sudah 8 orang dari kubunya meninggal dunia dalam perang ini. Sedangkan, korban meninggal di kubu paslon bupati nomor urut 2 sebanyak 5 orang.

“Kami korban 8 orang, teman-teman di kubu 02 ada 5. Secara adat perang ini, tapi kami sudah tidak mau perang lagi. Karena kemanusiaan dan korban sudah banyak, kami tidak mau perang,” katanya.

“Jadi, kami nomor urut 1 sudah sepakat tidak mau perang lagi. Kami mau belah kayu doli, adat untuk penyelesaian perang. Pada saat pernyataan ini, Tuhan dengar dan alam menyaksikan,” sambungnya.

Bahkan, jika kubu paslon bupati nomor urut 2 menganggu, maka kubu paslon bupati nomor urut 1 menyerahkan kepada aparat keamanan. Sementara itu, untuk proses perdamaian, kubu 01 menyerahkan kepada pemerintah daerah.

“Titik-titik yang sering terjadi perang sebelumnya, kami minta aparat keamanan menjaganya, karena kami tidak mau perang lagi, kami mau damai,” pintanya.

Bahkan, imbuhnya, pernyataan perdamaian itu, langsung datang dan dibuat langsung oleh keluarga dari 8 orang korban meninggal dunia tersebut. Bahkan, mereka berinisiatif siap untuk tandatangan perdamaian.

Sementara itu ditempat terpisah, Juru Bicara Kubu Paslon Bupati Puncak Jaya nomor urut 2, Samuel Wonorengga juga menyampaikan hal serupa, jika kubu pendukung paslon bupati 02 tidak mau perang lagi.

“Secara budaya, kami sudah sampaikan tidak akan ada lagi perang. Itu sudah kesepakatan dan kami sudah taruh di honai laki-laki,” katanya.

Untuk perdamaian secara adat belah kayu doli atau patah panah, ujar Samuel, itu proses adat yang akan ditentukan sendiri.

“Intinya kami sudah sepakat bahwa Mulia tidak ada lagi perang. Jangan, itu sudah keputusan tertinggi dari kami,” tegasnya.

Pada intinya, yang punya permasalahan baik paslon bupati 01 dan 02, mereka harus ada di Mulia. “Setelah keputusan itu final, mereka datang dan baru kita buat ritual adat. Intinya, kesepakatan yang telah kami buat kemarin, tidak akan ada lagi perang dan kami nyatakan damai,” pungkasnya.

Pj Bupati Puncak Jaya Yopi Murib mengapresiasi keinginan kedua belah pihak untuk sepakat berdamai dan menghentikan perang.

“Kami pemerintah, kesatuan TNI – Polri dari awal berupaya menjaga agar jangan sampai ada korban lagi. Terimakasih atas keinginan damai itu,” katanya.

Yang jelas, imbuh Pj Bupati Yopi Murib, pemerintah siap untuk menfasilitasi kesepakatan damai antara kedua belah pihak tersebut.

Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Alfred Papare mengakui diutus Gubernur Papua Tengah ke Puncak Jaya untuk mendampingi Forkompinda dalam rangka penyelesaian perdamaian kedua kubu paslon yang konflik pasca Pilkada.

“Sedianya acara perdamaian dilaksanakan 8 April 2025, namun kedua kubu belum siap dan ditunda hari ini, Rabu, 9 April 2025. Namun, waktu yang disepakati kedua kubu belum datang, sehingga kami berinisiatif mendatangi masing-masing kubu dan mendengar langsung apa yang mereka sampaikan,” katanya.

Yang jelas, dari penyampaian kedua kubu paslon, ujar Kapolda, mereka ingin damai dan mengakhiri perang. Dari kubu 01, mereka ingin damai dan mereka berharap pada Sabtu, 11 April 2025 akan dilakukan belah kayu doli atau patah panah sebagai simbol perdamaian.

“Kemudian kami ke kubu 02 dan hasilnya mereka menyatakan ingin damai, tapi belum ada statemen kapan pelaksanaannya,” ujarnya.

Ia menilai pernyataan dari kedua kubu paslon ini, pihaknya menilai bahwa ada indikasi kedua kubu ini masih belum ada niat untuk sama-sama berdamai.

“Kami pihak keamanan, saya dengan pak Danrem akan meningkatkan keamanan dan antisipasi segala kemungkinan yang terjadi. Tapi kami juga mohon bantuan dari MRP, Pj bupati dan tokoh-tokoh agama untuk memberi pemahaman kepada kedua kubu ini. Kita tidak perlu berdamai setelah keputusan MK lagi, sebelum putusan, secepatnya bisa berdamai, agar tidak jatuh korban lagi,” paparnya.

Ditambahkan, pihaknya akan melaporkan kepada Gubernur Papua Tengah terhadap hasil pertemuan dengan kedua kubu paslon bupati tersebut untuk mengambil langkah-langkah berikutnya. (Red)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • 1 Ramadan 2026 Jatuh Pada 19 Februari 2026, Begini Pesan Menag

    1 Ramadan 2026 Jatuh Pada 19 Februari 2026, Begini Pesan Menag

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanMIMIKA ( Jurnal Timika ) – Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1447 H/2026 M jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.Penetapan ini didasarkan pada hasil Sidang Isbat (penetapan) 1 Ramadan 1447 H yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa (17/2/2026) malam . “Sidang Isbat menyepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 […]

  • Personel Gabungan Ikuti Upacara HUT ke-79 TNI di Mimika

    Personel Gabungan Ikuti Upacara HUT ke-79 TNI di Mimika

    • calendar_month Sabtu, 5 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    Peserta Upacara HUT TNI Ke 79

  • Satpol PP Mimika Sosialisasi Perda Perlindungan UMKM OAP, Cegah Gesekan Usaha

    Satpol PP Mimika Sosialisasi Perda Perlindungan UMKM OAP, Cegah Gesekan Usaha

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanTIMIKA (Jurnal Timika) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mimika menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2024 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bagi Orang Asli Papua (OAP), Senin (13/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Hotel Cendrawasih 66 itu dihadiri anggota DPRK Mimika, para mama pengusaha pinang, serta pimpinan […]

  • Kampanye Tertutup, Wakapolres Mimika Ingatkan Seluruh Paslon Harus Ikuti Aturan KPU

    Kampanye Tertutup, Wakapolres Mimika Ingatkan Seluruh Paslon Harus Ikuti Aturan KPU

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanMIMIKA ( Jurnal Timika ) – Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Mimika Kompol Hermanto mengingatkan agar para Pasangan Calon (Paslon) yang terlibat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Mimika 2024 mengikuti perarturan yang sudah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam pelaksanaan kampaye tertutup. Kompol Hermanto menegaskan kepada para paslon agar terus berpegang terhadap aturan yang […]

  • Nikson Matuan, Tersangka Penembakan di Yalimo, Diserahkan ke Kejaksaan Wamena

    Nikson Matuan, Tersangka Penembakan di Yalimo, Diserahkan ke Kejaksaan Wamena

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanMimika (Jurnal Timika )Tersangka kasus penembakan, Nikson Matuan alias Okoni Siep, resmi diserahkan oleh Penyidik Satgas Ops Damai Cartenz-2025 dan Ditreskrimum Polda Papua kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jayawijaya pada Jumat (21/3/2025). Proses serah terima tahap II ini berlangsung di Kantor Kejaksaan Negeri Jayawijaya dengan pengawalan ketat dari Satgas Ops Damai Cartenz-2025. Nikson […]

  • Mudahkan Akses Air Bersih, Satgas TMMD Kodim 1710/Mimika Pasang Instalasi Pipa Sumur Bor

    Mudahkan Akses Air Bersih, Satgas TMMD Kodim 1710/Mimika Pasang Instalasi Pipa Sumur Bor

    • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanMimika (Jurnal Timika) – Anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Kodim 1710/Mimika mulai melakukan pemasangan instalasi pipa air untuk fasilitas sumur bor ( sasaran 5 ) di Kampung Iwaka, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Minggu (18/05/2025). Pemasangan instalasi pipa ini merupakan tahap penting dalam pembuatan sumur bor yang bertujuan memberikan fasilitas air bersih bagi […]

expand_less