Kasus Malaria Tinggi, Mimika Bidik Eliminasi 2030
- account_circle Admin
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika menargetkan eliminasi malaria pada tahun 2030, dengan fokus pada penurunan angka kasus secara bertahap.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengatakan pihaknya menargetkan penurunan kasus malaria setidaknya 5 persen hingga 2030.
“Kami bertekad menurunkan dan mengeliminasi malaria. Target kami jelas, 2030 paling tidak bisa menurunkan 5 persen,” ujarnya saat ditemui di Gedung Eme Neme Yauware, Jumat (24/4/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah daerah terus berupaya menyediakan obat-obatan malaria. Namun, tantangan utama terletak pada kepatuhan masyarakat dalam mengonsumsi obat hingga tuntas.
“Yang paling penting adalah edukasi masyarakat untuk minum obat sampai habis. Ini masih menjadi kendala seriusin,” jelasnya.
Selain itu, Pemkab Mimika juga terus mengedukasi masyarakat terkait pola hidup sehat, termasuk penggunaan kelambu untuk mencegah penularan malaria. Di sisi lain, pemerintah berkomitmen memperbaiki infrastruktur lingkungan, seperti penanganan genangan dan saluran air.
“Tugas pemerintah adalah memastikan infrastruktur lingkungan berjalan baik, terutama dalam mengatasi genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk,” tegasnya.
Bupati mengungkapkan, Kabupaten Mimika saat ini menyumbang sekitar 30 persen kasus malaria secara nasional, sehingga ditetapkan sebagai salah satu pusat penelitian malaria di Indonesia.
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat persoalan dalam sistem pendataan yang menyebabkan angka kasus terlihat lebih tinggi dari kondisi sebenarnya.
“Ada satu orang yang tercatat beberapa kali karena berobat di puskesmas berbeda. Padahal itu kasus yang sama. Ini yang sedang kami benahi,” paparnya.
Menurutnya, pemerintah daerah memiliki rentang waktu enam bulan untuk memastikan satu pasien dihitung sebagai satu kasus. Perbaikan sistem data kini terus dilakukan agar hasil penanganan lebih akurat.
“Kalau pendataan sudah baik, sebenarnya eliminasi malaria sudah berjalan. Tapi karena data belum akurat, hasilnya belum optimal,” tambahnya.
Terkait peringatan Hari Eliminasi Malaria, Bupati menyebutkan bahwa Pemkab Mimika tidak menggelar kegiatan khusus tahun ini.
“Kami tidak membuat kegiatan,” pungkasnya. (Red)
- Penulis: Admin







