Guru Menumpuk di Kota, Disdik Mimika Siap Geser ke Daerah Terpencil
- account_circle Admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika mulai melakukan penataan ulang distribusi tenaga pengajar di seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta, guna mengatasi ketimpangan penyebaran guru yang masih terjadi.
Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Antonius Walerubun, mengakui bahwa hingga kini masih terdapat ketidakseimbangan distribusi guru di lapangan. Sejumlah sekolah di wilayah perkotaan mengalami kelebihan tenaga pengajar, sementara sekolah di daerah pesisir dan terpencil justru kekurangan.
“Saat ini kami sedang dalam proses penataan di sekolah-sekolah negeri. Setelah kebutuhan jumlah ruang kelas dan guru terdata, kelebihan tenaga pengajar akan kami distribusikan ke sekolah yang kekurangan,” ujar Antonius, Jumat (24/04/2026).
Ia mencontohkan salah satu sekolah dasar di Timika yang memiliki 29 ruang kelas namun didukung oleh 53 guru. Jumlah tersebut dinilai tidak proporsional jika dibandingkan dengan kebutuhan ideal.
“Dalam kondisi ideal, satu kelas cukup memiliki satu wali kelas, ditambah beberapa guru mata pelajaran seperti olahraga, seni, dan bahasa,” jelasnya.
Saat ini, Dinas Pendidikan tengah melakukan analisis kebutuhan berdasarkan jumlah siswa, ruang kelas, serta mata pelajaran. Hasil analisis tersebut akan menjadi dasar dalam proses redistribusi guru.
“Kami akan mendistribusikan guru dari wilayah kota ke pesisir dan daerah pegunungan agar pemerataan bisa dirasakan. Ini masih tahap penataan, dan pada tahun ajaran baru sudah mulai diterapkan,” tambahnya.
Antonius menegaskan, kebijakan ini berlaku untuk seluruh sekolah tanpa terkecuali, baik negeri maupun swasta, sesuai kewenangan pemerintah daerah dalam mengatur penempatan tenaga pengajar.
“Kebijakan ini mencakup semua sekolah. Tidak bisa memilih, penempatan guru akan diatur sesuai kebutuhan,” tegasnya.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Mimika. (red)
- Penulis: Admin







