Kamis, 22 Okt 2026
Beranda » Berita Utama » IFRC 2026 Digelar di Mimika, 17 Tim Tanggap Darurat Pertambangan dan Energi Unjuk Kemampuan

IFRC 2026 Digelar di Mimika, 17 Tim Tanggap Darurat Pertambangan dan Energi Unjuk Kemampuan

  • account_circle Admin
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak
Bagikan

TIMIKA (Jurnal Timika)

Sebanyak 17 tim tanggap darurat dari berbagai perusahaan pertambangan dan energi di Indonesia mengikuti 8th Indonesian Fire & Rescue Competition (IFRC) 2026 di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada 21–31 Oktober 2026. PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali dipercaya menjadi tuan rumah kompetisi nasional tersebut.

Kompetisi ini diselenggarakan Perhimpunan Tanggap Darurat di Bidang Pertambangan dan Energi Indonesia (PERTAPINDO) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kegiatan ini menjadi ajang menguji keterampilan, kesiapsiagaan, dan koordinasi personel dalam menghadapi berbagai situasi darurat, khususnya di sektor pertambangan dan energi.

Kepala Teknik Tambang PT Freeport Indonesia, Carl Tauran, mengatakan penyelenggaraan IFRC di Mimika merupakan kehormatan bagi perusahaan. Menurutnya, kesiapsiagaan tim tanggap darurat merupakan bagian penting dalam membangun budaya keselamatan kerja.

“Keselamatan adalah hal yang paling utama. Salah satu fondasi dasarnya adalah kesiapsiagaan tim tanggap darurat,” ujar Carl dalam konferensi pers persiapan IFRC 2026 di Kuala Kencana, Rabu (21/10/2026).

Ia menjelaskan, kompetisi ini juga menjadi wadah bagi perusahaan untuk berbagi pengalaman, mempelajari praktik terbaik, dan memperkuat koordinasi dalam menghadapi kondisi darurat. PTFI tercatat menjadi tuan rumah IFRC untuk ketiga kalinya setelah sebelumnya menyelenggarakan kegiatan serupa pada 1996 dan 2005.

Sementara itu, Ketua Panitia IFRC 2026, Periyadi, mengatakan persiapan kompetisi telah dilakukan sejak tahun sebelumnya. Berbagai kebutuhan, mulai dari fasilitas perlombaan, peralatan, hingga koordinasi teknis, dipersiapkan untuk menunjang kelancaran kegiatan.

Sebanyak 17 tim peserta berasal dari perusahaan pertambangan dan energi di Indonesia. PTFI mengikutsertakan Amungme Team dan Kamoro Team. Peserta lainnya berasal dari PT ANTAM Tbk, PT Borneo Indobara, PT Adaro Indonesia, PT Bumi Suksesindo, PT Merdeka Battery Materials, PT Batutua Kharisma Permai, PT Nusa Halmahera Minerals, PT Hengjaya Mineralindo, PT Kideco Jaya Agung, PT Indomuro Kencana, PT Pamapersada Nusantara, PT Ganda Alam Makmur, PT Vale Indonesia, PT Kalimantan Prima Persada, serta PT Indonesia Asahan Aluminium.

Koordinator Juri IFRC 2026 dari PERTAPINDO, Wiyono Winarno, menjelaskan bahwa kemampuan tim tanggap darurat tidak hanya diukur dari kecepatan bertindak, tetapi juga ketepatan mengambil keputusan, penguasaan teknik, penggunaan peralatan, koordinasi, serta keselamatan korban dan personel.

“Kalau kita bisa menyelamatkan korban, berarti kita bisa menyelamatkan masa depan sebuah keluarga,” ungkap Wiyono.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan metode penyelamatan menuntut setiap personel terus meningkatkan kemampuan. Evaluasi dan pembelajaran perlu dilakukan secara berkelanjutan agar prosedur penyelamatan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan standar keselamatan.

Dalam IFRC 2026, peserta akan mengikuti delapan kategori perlombaan, yakni Firefighter Competency Test, Individual Skills, Road Accident Rescue, Confined Space Rescue, High Angle Rescue, Collapsed Structure Search and Rescue, Structural Fire Fighting, Underwater Rescue and Recovery, serta Firefighter Combat Challenge.

Rangkaian kompetisi berlangsung di sejumlah lokasi, di antaranya Fireground Kuala Kencana, Mimika Sport Complex di Timika, Multi Purpose Building Kuala Kencana, serta Danau MP28 untuk kategori penyelamatan bawah air.

Selain perlombaan, IFRC 2026 menghadirkan program Safety Goes to School yang menyasar 10 sekolah di Mimika. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelajar mengenai keselamatan dan membangun budaya sadar risiko sejak dini.

Melalui penyelenggaraan IFRC 2026, diharapkan kemampuan personel tanggap darurat semakin meningkat, koordinasi antartim semakin kuat, serta penerapan standar keselamatan di sektor pertambangan dan energi di Indonesia semakin baik. (Red)

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Januari hingga Juli 2025 SAR Timika Tangani 13 Laka Laut dan 3 Kejadian Kondisi Membahayakan Manusia

    Januari hingga Juli 2025 SAR Timika Tangani 13 Laka Laut dan 3 Kejadian Kondisi Membahayakan Manusia

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanMimika (Jurnal Timika) – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika dari bulan Januari hingga bulan Juli 2025 telah menangani beberapa kejadian yang membutuhkan penanganan SAR. Dalam rilis resminya, SAR menangani 13 kejadian kecelakaan laut dengan catatan 48 orang dinyatakan selamat, 8 orang dinyatakan hilang dan 1 orang dinyatakan meninggal dunia. Selain itu SAR Timika juga […]

  • Tercatat 53 Kasus Laka Lantas Terjadi di Mimika Selama Januari-Maret 2025

    Tercatat 53 Kasus Laka Lantas Terjadi di Mimika Selama Januari-Maret 2025

    • calendar_month Kamis, 24 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanMimika (Jurnal Timika) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Mimika mencatat adanya peningkatan angka kasus kecelakaan lalu lintas sepanjang Januari-Maret 2025 dibandingkan tiga bulan yang sama di tahun 2024. Hal itu disampaikan oleh Kasatlantas Polres Mimika AKP Boby Pratama saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (24/4/2025). AKP Boby Pratama mengatakan, berdasarkan laporan polisi atau LP […]

  • YPMAK Dorong Akses Transportasi dan Kaderisasi Lokal demi Kemandirian Ekonomi Mimika

    YPMAK Dorong Akses Transportasi dan Kaderisasi Lokal demi Kemandirian Ekonomi Mimika

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanTIMIKA (Jurnal Timika) Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) mendorong penguatan akses transportasi dan peningkatan kapasitas masyarakat lokal untuk mempercepat kemandirian ekonomi di wilayah pesisir dan pegunungan Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Ketua Pengurus YPMAK, Dr. Leonardus Tumuka, Ph.D., mengatakan akses transportasi yang memadai penting untuk membuka konektivitas masyarakat di wilayah yang jauh dari pusat […]

  • Satgas Ops Damai Cartenz Berhasil Tangkap KKB Male Telenggen di Puncak Jaya

    Satgas Ops Damai Cartenz Berhasil Tangkap KKB Male Telenggen di Puncak Jaya

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanMIMIKA (Jurnal Timika) – Personel Satgas Ops Damai Cartenz berhasil menangkap Male Telenggen, anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Puncak Jaya. Penangkapan dilakukan di sebuah honai di Kampung Wuyuneri, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, pada Sabtu (19/7/2025) sekitar pukul 16.41 WIT. Sebelumnya keberadaan Male Telenggen telah terdeteksi melalui observasi udara. Setelah lokasi dipastikan, Tim […]

  • Warga Sipil Tewas Ditembak KKB di Intan Jaya, Satgas Ops Damai Cartenz Buru Pelaku

    Warga Sipil Tewas Ditembak KKB di Intan Jaya, Satgas Ops Damai Cartenz Buru Pelaku

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanMimika (Jurnal Timika) – Seorang warga sipil bernama Joni Hendra tewas ditembak oleh anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kios Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, pada Jumat, (25/7/2025) sekitar pukul 13.40 WIT. Pelaku yang diidentifikasi bernama Yonial Kobogah, anggota KKB pimpinan Apen Kobogau, langsung melarikan diri. Satgas Operasi Damai Cartenz segera melakukan respon […]

  • Longsor Terjang Tembagapura, Pemkab Mimika dan PT Freeport Bergerak Cepat Pulihkan Akses

    Longsor Terjang Tembagapura, Pemkab Mimika dan PT Freeport Bergerak Cepat Pulihkan Akses

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar
    Bagikan

    BagikanTIMIKA (Jurnal Timika) Hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Mimika pada Sabtu malam (25/4/2026) memicu longsor di sejumlah titik di Distrik Tembagapura. Bencana tersebut menyebabkan akses jalan utama dari Kampung Kimbeli menuju Banti II mengalami kerusakan dan sempat menghambat mobilitas warga. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) bergerak cepat melakukan […]

expand_less