Dinkes Mimika Validasi Data dan Evaluasi Program Pelayanan Bayi Baru Lahir 2026
- account_circle Admin
- calendar_month 20 menit yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan menggelar kegiatan Validasi Data dan Evaluasi Program Pelayanan Bayi Baru Lahir (BBL) Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Rabu (10/6/2026) ini bertujuan meningkatkan akurasi data dan kualitas pelayanan sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Kegiatan dihadiri oleh dokter dan Penanggung Jawab Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) dari 26 puskesmas, dokter klinik dari Klinik Bersalin Julia, Klinik Aisah Care, Klinik Pemda Utikini Baru, Klinik Pomako, Klinik Wangirja, serta perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika.
Adapun narasumber yang hadir meliputi Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga, serta Pengelola Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika.
Kepala Seksi Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Nelly Pangaribuan, S.Tr.Keb, Bdn, dalam arahannya menyatakan bahwa pelayanan bayi baru lahir merupakan bagian penting dalam upaya penurunan Angka Kematian Bayi (AKB) dan menjadi indikator SPM yang harus mencapai target 100 persen.
“Pelayanan ini meliputi kunjungan neonatal lengkap (KN1, KN2, KN3), pelayanan esensial, serta skrining bayi baru lahir,” ujar Nelly.
Berdasarkan hasil evaluasi tahun 2025, cakupan pelayanan bayi baru lahir mencapai 91,9 persen, sementara cakupan kunjungan neonatal lengkap (KN lengkap) sebesar 86,4 persen. Angka ini menunjukkan masih adanya kesenjangan terhadap target SPM.
Selain itu, pelaksanaan skrining bayi baru lahir, khususnya Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK), belum dilakukan oleh seluruh fasilitas kesehatan. Permasalahan lain adalah ketidaksesuaian data bayi baru lahir antara aplikasi SIGIZI-KESGA dan laporan manual LB3 KIA, yang mengindikasikan sistem pencatatan dan pelaporan belum optimal.
“Kondisi ini berdampak pada kurang optimalnya pemanfaatan data dalam perencanaan dan evaluasi program,” tegasnya.
Kegiatan validasi dan evaluasi ini memiliki tujuan umum meningkatkan kualitas data dan kinerja program pelayanan bayi baru lahir. Adapun tujuan khususnya meliputi:
· Memvalidasi kesesuaian data antara aplikasi SIGIZI-KESGA dan laporan manual LB3 KIA,
· Mengidentifikasi permasalahan pencatatan dan pelaporan,
· Mengevaluasi capaian indikator pelayanan neonatal (BBL dan KN lengkap),
· Meningkatkan pelaksanaan skrining SHK di fasilitas kesehatan, serta
· Menyusun rencana tindak lanjut (RTL) perbaikan program.
Sasaran kegiatan ini adalah pengelola program KIA Dinas Kesehatan, penanggung jawab program KIA puskesmas, bidan koordinator/bidan desa, dan petugas pencatatan dan pelaporan.
Metode pelaksanaan mencakup desk review laporan (SIGIZI-KESGA, LB3 KIA, PWS KIA), verifikasi data dengan sumber (kohort bayi, register), diskusi pemaparan capaian oleh puskesmas, serta analisis masalah dan penyusunan RTL.
Output yang ditargetkan antara lain tersedianya data bayi baru lahir yang valid dan konsisten, tersusunnya hasil evaluasi capaian indikator neonatal, teridentifikasinya akar masalah, serta tersusunnya dokumen RTL sebagai upaya perbaikan kinerja program.
Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah:
1. Meningkatnya kualitas dan konsistensi data bayi baru lahir,
2. Meningkatnya cakupan pelayanan BBL dan KN lengkap sesuai standar SPM,
3. Meningkatnya kualitas pencatatan dan pelaporan,
4. Meningkatnya pelaksanaan skrining SHK di fasilitas kesehatan, serta
5. Terlaksananya RTL dalam peningkatan kinerja program.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Mimika optimistis mampu menekan angka kematian bayi dan memenuhi target SPM bidang kesehatan secara bertahap. (Red)
- Penulis: Admin












