Dinkes Mimika Gelar Pelatihan Tenaga Perawat Pustu untuk Perkuat Integrasi Layanan Primer
- account_circle Admin
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menggelar pelatihan tenaga perawat bagi Puskesmas Pembantu (Pustu) dalam rangka memperkuat Integrasi Layanan Primer (ILP). Kegiatan yang merupakan yang pertama kali dilaksanakan ini berlangsung di Hotel Diana, Timika, pada Jumat–Sabtu (6–7/11/2026).
Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan, pemahaman, serta mengubah pola pikir dan perilaku tenaga kesehatan di Pustu agar tidak lagi berorientasi pada pelayanan kuratif semata, melainkan lebih mengedepankan pendekatan promotif dan preventif.
Sekretaris Dinkes Mimika, Sisma HL, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini menjadi momentum penting dalam mendukung program strategis daerah, termasuk pembangunan Puskesmas Perintis yang saat ini sedang berproses.
“Ini apresiasi luar biasa untuk kegiatan ini. Kegiatan yang pertama, dan mudah-mudahan bukan yang terakhir. Teman-teman di Pustu adalah ujung tombak pelayanan,” ujarnya.
Sisma menekankan pentingnya perubahan setelah pelatihan, bukan sekadar rutinitas. Ia mengingatkan para peserta untuk mengetahui data sasaran di wilayah kerjanya, seperti jumlah penduduk, bayi, balita, ibu hamil, dan usia reproduktif, serta memastikan tersedianya instrumen pemantauan seperti Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) yang selalu diperbarui.
“Kalau tidak ada instrumen, bagaimana kita bisa tahu trennya naik atau turun? Upayakan PWS ditempel dan selalu di-update,” pesannya.
Ia juga menyoroti pentingnya kelengkapan dokumen, termasuk Surat Keputusan (SK) Pustu, luas tanah dan bangunan Pustu, seiring dengan transformasi digital yang menuntut kelengkapan administrasi. Hal ini dinilai krusial untuk mendukung upaya Dinkes memperoleh dukungan pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) dari Kemenkes pada 2027 mendatang.
“Sekarang sudah transformasi, semua serba digital. Segala sesuatu yang kita lakukan, selalu upayakan ada dokumennya. Mari kita berbenah bersama,” tambahnya.
Sisma berharap pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini tidak sekadar menghasilkan sertifikat dan SKP, tetapi juga mendorong peningkatan profesionalisme serta perubahan pola kerja yang lebih proaktif, seperti menjemput bola dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, narasumber kegiatan, Andi Mansur Sulolipu, menjelaskan bahwa materi yang disampaikan menyasar tenaga kesehatan di Pustu sebagai ujung tombak pelayanan dasar tingkat desa dan kelurahan. Para peserta dilatih untuk membina kader Posyandu dalam melakukan pemantauan di wilayah setempat.
“Mereka inilah ujung tombak yang akan melatih kader Posyandu untuk melakukan pemantauan di wilayah setempat,” jelas Andi.
Materi pelatihan mencakup dua kegiatan utama dalam Klaster 2, yaitu layanan kesehatan ibu, anak, bayi, dan anak prasekolah serta anak sekolah dan remaja, serta peran sebagai ujung tombak kesehatan dewasa dan lansia (usia 18 tahun hingga 60 tahun ke atas). Kegiatan ini dilakukan melalui skrining untuk mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) yang kini semakin meningkat, seperti diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit jantung.
“Harapan kami, teman-teman di Pustu bisa melakukan kegiatan mengintegrasikan layanan kesehatan perorangan dan masyarakat. Kalau layanan kesehatan masyarakat, kita berbicara bagaimana intervensi kepada orang sehat agar tidak jatuh sakit, sementara upaya kesehatan perorangan adalah intervensi manajemen kepada orang sakit supaya sehat atau sembuh,” pungkasnya.
Kegiatan pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam memperkuat sistem layanan kesehatan primer di Kabupaten Mimika, sejalan dengan transformasi kesehatan nasional. (Red)
- Penulis: Admin















