Bukan Sekadar Seremonial: Mimika dan PTFI Jadikan Hari Lingkungan sebagai Gerakan Berkelanjutan
- account_circle Admin
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Kabupaten Mimika berlangsung khidmat di Pelataran Gedung Eme Neme Yauware, Timika, Jumat (5/6/2026). Namun, yang membedakan tahun ini adalah komitmen untuk tidak berhenti pada satu hari seremonial.
Sejak 8 Mei 2026, rangkaian kegiatan telah bergulir. Mulai dari aksi bersih lingkungan, edukasi di sekolah, penanaman pohon, restoking benih ikan, webinar, talk show, hingga mangrove tour. Semua dirancang untuk menanamkan kesadaran ekologis secara bertahap dan masif.
Di area operasional PT Freeport Indonesia (PTFI), aksi bersih lingkungan berhasil mengumpulkan ratusan kilogram sampah dengan melibatkan ratusan peserta. Kegiatan ini bukan sekadar catatan angka, melainkan bukti nyata bahwa sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat mampu melahirkan dampak konkret.
Executive Vice President Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma, menegaskan bahwa momen ini harus menjadi pemantik perubahan perilaku sehari-hari.
“Tema ini mengajak kita semua untuk tidak hanya memahami isu lingkungan, tetapi juga mengambil peran aktif melalui tindakan nyata dalam keseharian,” ujar Claus.
Ia menjelaskan, PTFI terus mengembangkan program pengelolaan lingkungan, termasuk inisiatif Zero Waste dan penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di wilayah operasional perusahaan. “Setiap individu dapat menjadi bagian dari solusi, dimulai dari langkah sederhana seperti mengurangi, memilah, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengingatkan agar peringatan tahunan tidak berakhir sebagai euforia sesaat. “Jangan kita hanya lakukan sekadar seremonial, habis itu lupa. Ini adalah momentum bagi kita semua untuk merefleksikan kembali sejauh mana kita menjaga dan melestarikan lingkungan kita,” tegasnya.
Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat membangun budaya peduli lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah. “Kita punya tanggung jawab bersama untuk menjaga keindahan dan kelestarian Mimika. Kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan harus menjadi kebiasaan yang terus kita bangun,” tuturnya.
Peringatan tahun ini menjadi penegas: menjaga lingkungan bukanlah tugas seremonial, melainkan gerakan kolektif yang dimulai dari langkah paling sederhana setiap individu. (Red)
- Penulis: Admin














