BRIDA Mimika Susun Indikator Evaluasi Kinerja Pemerintahan, Libatkan Enam Sektor Prioritas
- account_circle Admin
- calendar_month 29 menit yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika bersama narasumber dari Kompas Gramedia tengah menyusun instrumen evaluasi kinerja pemerintahan daerah. Penyusunan ini bertujuan mengukur capaian pembangunan prioritas yang telah dicanangkan pemerintah kabupaten melalui enam indikator utama.
Hal tersebut disampaikan Dimas Okto Danaamasi, narasumber dari Kompas Gramedia, saat diwawancarai di Mimika, Kamis (5/11/2026). Menurutnya, penyusunan instrumen ini merupakan hasil kerja sama dengan BRIDA serta bidang riset dan inovasi Kabupaten Mimika.
“Sudah kami susun bersama dengan BRIDA dan riset dan inovasi Kabupaten Mimika. Tujuannya untuk mengukur evaluasi kinerja pemerintahan Kabupaten Mimika, terutama pembangunan prioritas yang sudah dicanangkan,” ujar Dimas.
Ia menjelaskan, ada enam indikator utama yang menjadi dasar pengukuran. Pertama, sektor politik dan keamanan. Kedua, sektor ekonomi. Ketiga, kesehatan sosial. Keempat, demokrasi masyarakat. Kelima, infrastruktur. Dan keenam, pelayanan publik.
“Tadi kami juga mendengar banyak masukan dari keterlibatan masyarakat,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, BRIDA semula berencana melakukan penjaringan aspirasi hingga ke wilayah pegunungan dan pesisir. Namun, karena arahan dan pertimbangan faktor keamanan, warga yang diundang diarahkan datang ke kota, di antaranya para ketua adat dan kepala distrik.
“Ada memang arahan dan faktor-faktor keamanan sehingga disarankan mengundang para ketua adat atau kepala distrik untuk datang ke kota. Tadi juga dapat masukan dari diskusi yang mendukung, bahwa ada beberapa warga yang karena konflik berada di kota, jadi bisa kami datangi langsung dan tanyakan situasi, kondisi, serta persepsi mereka terhadap kabupaten,” jelas Dimas.
Diskusi tersebut melibatkan empat keterwakilan. Pertama, tokoh adat atau masyarakat. Kedua, perwakilan perempuan, di antaranya mama-mama yang terlibat dalam kegiatan seperti posyandu. Ketiga, perwakilan anak muda yang memiliki latar belakang organisasi. Keempat, perwakilan akademisi yang diharapkan melihat kondisi dari sudut pandang lebih luas.
“Diskusi ini nanti menghasilkan dokumen sebagai hasil riset,” ujarnya.
Dimas merinci, setidaknya ada tiga dokumen yang dihasilkan dari kegiatan ini. Pertama, hasil riset beserta penjelasan mengenai metodologi risetnya. Kedua, naskah panduan yang akan digunakan kabupaten untuk menyusun ulang tahapan pembangunan. Ketiga, dokumen kebijakan yang nantinya akan diimplementasikan bersama BRIDA ke dalam program-program pembangunan.
“Ketiga dokumen itu nanti akan bekerja sama dengan BRIDA untuk diimplementasikan di dalam program-programnya,” tutup Dimas. (Red)
- Penulis: Admin












