Anggota DPR Papua Tengah Ajak Sinergi Komunitas dan Tenaga Kesehatan untuk Anak Pengungsi di Mimika
- account_circle Admin
- calendar_month 7 menit yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Anak-anak pengungsi korban konflik di sejumlah wilayah Papua membutuhkan dukungan nyata agar tetap memperoleh akses pendidikan dan pelayanan kesehatan. Menyikapi hal itu, Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Nancy Raweyai, mengajak komunitas, relawan, dan tenaga kesehatan bersinergi dalam gerakan kemanusiaan di Kabupaten Mimika.
Ajakan tersebut disampaikan Nancy saat melaksanakan reses tahap III Tahun 2026 dengan mengunjungi pos pengungsi di Jalan Anggrek, Kelurahan Sempan, Timika, Jumat (23/10/2026). Ia menyoroti keterbatasan layanan dasar, terutama bagi perempuan dan anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus.
Nancy mendorong keterlibatan komunitas lokal untuk menghadirkan kegiatan pendidikan yang kreatif dan menyenangkan bagi anak-anak pengungsi. Salah satu komunitas yang menyatakan kesiapan berkontribusi adalah Akarasa, komunitas relawan yang digerakkan generasi Z untuk mendorong kreativitas, berbagi pengetahuan, dan membangun kepedulian sosial. Founder Akarasa, Ringga Surya, bersama anggota komunitas, Wandah dan Angga, menyatakan komitmen untuk mengambil bagian dalam upaya tersebut.
“Kami percaya bahwa setiap orang memiliki kemampuan untuk berkontribusi, sekecil apa pun kontribusinya,” ujar Ringga.
Di bidang kesehatan, Nancy juga telah menjalin komunikasi dengan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Mimika, dr. Enny Kenangalem, guna mendorong pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak-anak pengungsi. Menurut Nancy, berbagai pihak sebenarnya memiliki kepedulian yang sama, tetapi perlu membangun koordinasi agar bantuan yang diberikan lebih terarah dan berdampak.
“Banyak yang punya hati dan keinginan yang sama. Hanya saja gerakannya masih sangat parsial, sehingga dampaknya tidak terlalu nyata,” tuturnya.
Ia pun mengajak masyarakat berpartisipasi melalui dukungan moril, donasi, maupun keterlibatan sebagai relawan pengajar. Melalui kolaborasi lintas komunitas dan tenaga kesehatan, kebutuhan pendidikan serta kesehatan anak-anak pengungsi diharapkan dapat terpenuhi dengan lebih baik selama mereka berada di Mimika. (Red)
- Penulis: Admin











