Dinas Pendidikan Mimika Belum Ambil Kebijakan PJJ, Baru Satu Sekolah Ajukan Dispensasi
- account_circle Admin
- calendar_month 10 jam yang lalu
- print Cetak

Antonius Welerubun
TIMIKA (Jurnal Timika)
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Antonius Welerubun, S.IP, mengatakan pihaknya masih mengikuti perkembangan informasi, hasil penelitian, dan pemeriksaan dari bidang kesehatan serta berbagai pihak terkait sebelum menentukan kebijakan pembelajaran. Hal tersebut disampaikan Antonius saat diwawancarai di Timika, Rabu (21/10/2026).
“Sementara kami mengikuti perkembangan hasil-hasil penelitian atau hasil pemeriksaan dari bidang kesehatan dan berbagai pihak,” ujar Antonius.
Menurutnya, kondisi di lingkungan sekolah perlu ditinjau secara menyeluruh. Karena itu, masukan dari orang tua dan laporan dari pihak sekolah menjadi bahan pertimbangan dalam mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran.
Antonius mengungkapkan, hingga saat ini baru satu sekolah yang mengajukan dispensasi untuk menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Sekolah lain yang menghadapi kondisi tertentu dan membutuhkan pembelajaran jarak jauh dapat menyampaikan permohonan secara jelas dan dapat dipertanggungjawabkan, terutama terkait kondisi keamanan serta kesehatan di lingkungan sekolah. Dinas Pendidikan akan mempertimbangkan setiap permohonan melalui koordinasi dengan pihak terkait.
Dengan mekanisme tersebut, penerapan PJJ tidak dilakukan secara sepihak, melainkan berdasarkan kondisi di lapangan dan pertimbangan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Antonius menegaskan, kesehatan dan kenyamanan anak harus tetap menjadi perhatian dalam setiap pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Sekolah juga perlu berkoordinasi dengan orang tua agar proses pembelajaran tetap berjalan sesuai kebutuhan siswa. Ia meminta orang tua berperan aktif, khususnya ketika anak mengikuti pembelajaran dari rumah. Dukungan tersebut mencakup penyediaan kebutuhan belajar dan pendampingan agar anak tetap mengikuti arahan dari sekolah.
“Kami berharap orang tua melaksanakan apa yang sudah disesuaikan dengan komitmen, artinya menyiapkan kebutuhan untuk belajar dari jauh,” jelasnya.
Komunikasi antara sekolah dan orang tua, lanjut Antonius, penting untuk memastikan perubahan pola pembelajaran tidak menghambat hak anak dalam memperoleh pendidikan.
Perhatian terhadap kesehatan anak di lingkungan sekolah juga menjadi bagian penting dari upaya menjaga proses belajar tetap berlangsung dengan baik. Dalam kaitan tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika tengah memperketat kewaspadaan terhadap Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada anak sekolah sebagai salah satu bentuk perhatian terhadap kesehatan peserta didik.
Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika akan terus memantau perkembangan kondisi sekolah dan menjadikan laporan dari lapangan sebagai bahan evaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya.
Antonius mengimbau pihak sekolah dan orang tua agar tidak mengambil keputusan sendiri terkait perubahan sistem pembelajaran tanpa berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan.
Ia berharap kerja sama antara pemerintah, sekolah, guru, peserta didik, dan orang tua dapat menjaga keberlangsungan pendidikan di Mimika. Dengan koordinasi yang baik, kebutuhan belajar anak diharapkan tetap terpenuhi tanpa mengabaikan aspek kesehatan dan keamanan. (Red)
- Penulis: Admin











