Pemkab Mimika Perkuat Pelestarian Seni Budaya melalui Peningkatan Kapasitas Guru Seni
- account_circle Admin
- calendar_month 18 menit yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Pemerintah Kabupaten Mimika mulai memperkuat upaya pelestarian seni dan budaya daerah melalui peningkatan kapasitas guru seni di sekolah.
Program tersebut diwujudkan melalui kegiatan Peningkatan Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia Kesenian Tradisional Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Mimika.
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari itu dibuka Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Mimika, Santi Sondang, di salah satu hotel di Timika, Selasa (22/9/2026).
Peserta terdiri dari guru seni tingkat SMP, SMA, dan SMK serta pelaku seni budaya. Mereka diberikan materi sekaligus praktik mengenai pembuatan berbagai produk tradisional, seperti noken, anyaman, ukiran, mahkota adat, dan aksesoris khas daerah.
Santi Sondang mengatakan penguatan seni budaya perlu dimulai dari lingkungan pendidikan karena sekolah menjadi tempat yang dekat dengan generasi muda.
“Guru seni bukan hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga dapat menjadi penghubung antara generasi muda dengan budaya yang diwariskan para leluhur. Karena itu, pengetahuan tentang seni tradisional perlu terus diperkenalkan kepada siswa,” kata Santi.
Ia menilai keberadaan guru seni dapat membantu memastikan pengetahuan mengenai budaya lokal tidak terputus di tengah perkembangan zaman.
“Kalau pengetahuan ini hanya disimpan oleh orang-orang tertentu, lama-kelamaan bisa hilang. Kita ingin keterampilan dan nilai budaya ini terus dipelajari, dipraktikkan, dan dikembangkan oleh anak-anak muda,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Herdiana Asang mengatakan pelatihan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam membuat kerajinan tradisional, tetapi juga membuka peluang agar produk budaya lokal dapat dikembangkan menjadi bagian dari ekonomi kreatif.
“Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi langsung melakukan praktik. Dari proses ini kami harapkan mereka bisa membawa pengetahuan tersebut kembali ke sekolah maupun lingkungan masing-masing,” jelas Herdiana.
Ia menambahkan, hasil pelatihan diharapkan dapat menjadi awal untuk memperluas pembelajaran seni tradisional di sekolah sekaligus mendorong munculnya generasi baru yang memiliki keterampilan dan kepedulian terhadap budaya daerah.
Pemkab Mimika melalui kegiatan tersebut berharap pelestarian budaya tidak hanya berlangsung dalam kegiatan tertentu, tetapi menjadi bagian dari proses pendidikan dan kehidupan masyarakat secara berkelanjutan. (Red)
- Penulis: Admin








