Dinkes Mimika Evaluasi Program Pusjaki dan Kaka Sehat, Tekankan Layanan Kesehatan di Tengah Tantangan Geografis
- account_circle Admin
- calendar_month 14 jam yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menggelar evaluasi pelaksanaan program Puskesmas Jalan Kaki (Pusjaki) dan Kunjungan Keluarga Sehat (Kaka Sehat) pada Senin (31/08/2026). Kegiatan yang melibatkan tim Pusjaki dari seluruh puskesmas se-Kabupaten Mimika ini bertujuan untuk mengukur perkembangan dan efektivitas program unggulan di bidang kesehatan tersebut.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Martubongs, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tidak boleh hanya berfokus pada pengobatan. Upaya menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat harus dilakukan secara menyeluruh melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang mampu menjangkau hingga ke tingkat keluarga.
“Pelayanan kesehatan harus dilakukan secara menyeluruh melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, serta mampu menjangkau masyarakat hingga ke tingkat keluarga,” ujar Godfried.
Pusjaki dan Kaka Sehat: Solusi Jemput Bola di Tengah Keragaman Geografis
Kabupaten Mimika memiliki kondisi geografis yang beragam, terdiri dari wilayah dataran rendah, pegunungan, dan pesisir. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri karena keterbatasan akses menuju puskesmas menyebabkan animo masyarakat untuk berobat masih rendah.
“Dengan tantangan tersebut, kunjungan rumah menjadi solusi yang cepat dan tepat untuk menjangkau masyarakat sekaligus memperoleh data kesehatan secara langsung,” jelas Godfried.
Program Pusjaki dan Kaka Sehat merupakan inovasi yang dirancang untuk menjawab tantangan tersebut. Program ini menjadi bagian integral dari strategi pelayanan kesehatan “jemput bola”, di mana petugas medis mendatangi masyarakat di rumah-rumah mereka, terutama di wilayah pesisir dan pegunungan yang sulit diakses. Hal ini sejalan dengan visi untuk mendekatkan akses layanan kesehatan dan memastikan kehadiran negara di setiap sendi kehidupan masyarakat.
Godfried menjelaskan bahwa evaluasi yang dilakukan tidak hanya melihat pelaksanaan program secara umum, tetapi juga secara spesifik melihat perkembangan setiap puskesmas. Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar untuk menentukan tindak lanjut dan perbaikan ke depan.
“Yang kita evaluasi adalah bagaimana perkembangan dari setiap puskesmas. Kita diskusikan mengapa di sebuah puskesmas pelaksanaan Pusjaki tidak maksimal, padahal kita sama-sama berada di wilayah pesisir misalnya. Ini yang perlu kita lihat dan evaluasi bersama,” jelasnya.
Melalui forum ini, setiap puskesmas diharapkan dapat memaparkan kendala yang dihadapi di lapangan sekaligus mencari solusi bersama. Tujuannya adalah agar pelaksanaan Pusjaki dan Kaka Sehat dapat berjalan lebih optimal dan menjangkau masyarakat yang selama ini mengalami keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan.
Selain untuk pemeriksaan, program ini juga mendukung upaya deteksi dini penyakit endemis seperti malaria dan TBC, yang merupakan masalah kesehatan prioritas di Mimika. Dengan pendekatan yang terintegrasi ini, program Pusjaki dan Kaka Sehat diharapkan mampu berkontribusi signifikan dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat Mimika. (Red)
- Penulis: Admin








