BRIDA Mimika: Lindungi Karya Lokal Sebelum Diklaim Pihak Lain
- account_circle Admin
- calendar_month 46 menit yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk segera melindungi karya dan inovasi lokal melalui pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Ajakan ini mengemuka dalam sosialisasi bertajuk “Perlindungan HKI untuk Mimika Maju” yang digelar di Ballroom Hotel Horison Diana, Kamis (23/7/2026).
Acara yang dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian dan SDM, Petrus Pali Ambaa, ini menghadirkan dua narasumber utama: Kepala Kanwil Kemenkumham Papua, Anthonius M. Ayorbaba, dan Pemeriksa Paten Ahli Utama Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI, Dr. Ir. Zainudin.
Dalam sambutannya, Plt. Kepala BRIDA Mimika, Darius Sabon Rain, mengingatkan bahwa selama ini masyarakat terlalu terfokus pada kekayaan alam, padahal potensi besar juga bersumber dari daya pikir.
“Kita selama ini bangga dengan tanah dan laut Mimika. Tapi tahukah kita bahwa karya, inovasi, dan pengetahuan lokal kita juga adalah kekayaan yang tak ternilai? Sayangnya, banyak yang belum sadar untuk mencatatkan karyanya,” ujar Darius.
Ia menegaskan, karya yang tidak dicatat dianggap tidak ada. Karya yang tidak didaftarkan akan mudah ditiru. Dan karya yang tidak dilindungi, suatu saat bisa diklaim pihak lain.
“Inilah yang membuat sosialisasi ini krusial. Kami tidak ingin Mimika hanya dikenal karena tambangnya, tapi juga karena karya anak negerinya,” tegasnya.

Foto bersama kegiatan Brida
BRIDA Mimika memasang target ambisius melalui sosialisasi ini, yakni:
· Meningkatkan literasi HKI di kalangan masyarakat dan aparatur daerah.
· Mendorong pendaftaran karya cipta, inovasi, dan desain produk lokal.
· Membentuk sentra HKI sebagai rumah pendampingan bagi perangkat daerah, perguruan tinggi, UMKM, seniman, dan komunitas adat.
· Menggenjot indeks inovasi daerah melalui pencatatan karya secara sistematis.
· Membangun sinergi lintas sektor: pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat.
Darius menyoroti fakta pahit bahwa masih banyak potensi lokal Mimika yang mengendap tanpa perlindungan hukum. Mulai dari motif batik khas, resep kuliner tradisional, hingga teknologi sederhana hasil penelitian masyarakat.
“Kalau kita lambat, kita bukan cuma kehilangan hak paten. Kita bisa kehilangan identitas budaya dan potensi ekonomi. Jangan sampai karya anak Mimika justru diakui orang lain karena kita abai mencatatnya,”ucapnya.
Lebih lanjut, Darius menyampaikan komitmen BRIDA untuk mengubah budaya birokrasi. Menurutnya, hasil penelitian dan inovasi selama ini kerap hanya menjadi laporan atau pajangan di rak kantor.
“Kami ingin mengubah paradigma. Karya yang lahir dari riset harus dicatat, dilindungi, dan dikomersialisasikan. Jangan sampai hanya jadi tumpukan kertas. Kami akan kolaborasi dengan semua pihak, termasuk kampus dan komunitas, untuk mewujudkan itu,” katanya.
Staf Ahli Bupati, Petrus Pali Ambaa, dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif BRIDA dan meminta peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan serius.
“Ini adalah awal dari gerakan besar. Kekayaan intelektual adalah tulang punggung ekonomi kreatif masa depan. Mari kita jadikan HKI sebagai kekuatan baru Mimika, bukan hanya sekadar wacana,” ajaknya.
Berbeda dengan sosialisasi pada umumnya, kegiatan kali ini tidak hanya menyajikan teori. Para peserta juga mendapatkan pelatihan teknis tentang tata cara pendaftaran HKI secara langsung. Mereka diajarkan mengisi formulir, mengunggah dokumen, hingga memahami klasifikasi karya yang bisa didaftarkan.
Antusiasme terlihat dari para peserta yang terdiri dari perwakilan dinas, dosen, pelaku UMKM, seniman, dan pengrajin lokal. Banyak yang langsung mendaftarkan karya mereka secara online di akhir sesi.
“Pesan saya: lindungi karya Anda, hargai penciptanya, dan jadikan kekayaan intelektual sebagai kekuatan baru bagi Mimika. Jangan biarkan ide dan inovasi kita hilang begitu saja. Saatnya Mimika bangkit melalui karya anak bangsa!” pungkasnya penuh optimisme.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret BRIDA Mimika dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Mimika di kancah riset dan ekonomi kreatif nasional. (Red)
- Penulis: Admin



