Pemkab Mimika Genjot Tata Kelola Lewat Penilaian SPIP Terintegrasi, Target Level
- account_circle Admin
- calendar_month 44 menit yang lalu
- print Cetak

TIMIKA (Jurnal Timika)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih melalui pendampingan Penilaian Mandiri Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Senin hingga Rabu (20–23 Juli 2026) ini difasilitasi oleh Inspektorat Daerah Kabupaten Mimika sebagai langkah strategis mendorong peningkatan akuntabilitas, transparansi, serta efektivitas penyelenggaraan pemerintahan.
Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten Mimika, Dwi Cholifah, menjelaskan bahwa pelaksanaan penilaian SPIP terintegrasi melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melalui pengisian sejumlah kertas kerja berbasis dokumen masing-masing. Proses ini bertujuan menghasilkan satu kesatuan penilaian untuk Kabupaten Mimika secara utuh.
“SPIP ini terintegrasi, artinya seluruh OPD berkontribusi dalam penyusunan penilaian yang nantinya menjadi satu kesatuan untuk Kabupaten Mimika. Dari situ akan terlihat skor atau level kematangan yang menjadi cerminan kualitas tata kelola,” ujar Dwi saat ditemui di Kantor Bapenda pada, Senin (20/7/2026).
Ia mengakui, hasil sementara menunjukkan capaian SPIP Mimika masih berada di kisaran level 2, sehingga diperlukan berbagai perbaikan dan penguatan agar dapat mencapai target nasional. “Memang kita masih di angka dua koma sekian. Ini yang harus kita kejar bersama agar bisa meningkat ke level berikutnya,” tegasnya.
Dwi menambahkan, penerapan SPIP tidak terlepas dari keberadaan standar operasional prosedur (SOP), regulasi, serta keselarasan program OPD dengan visi pembangunan daerah, seperti di sektor pendidikan, infrastruktur, kesehatan, hingga pelayanan publik.
Sementara itu, Koordinator Pengawasan Bidang Akuntabilitas Pemerintah Daerah BPKP Provinsi Papua Tengah, Fathul Huda Yusuf Ukhrowi, menegaskan bahwa pendampingan yang dilakukan BPKP bertujuan memastikan pemerintah daerah mampu mencapai tujuan pembangunan secara efektif, efisien, dan akuntabel. Ia menjelaskan, SPIP terintegrasi tidak hanya berbicara soal skor, tetapi juga mencakup berbagai indikator seperti Indeks Integritas, Indeks Persepsi Korupsi, hingga Manajemen Risiko Indeks.
“SPIP terintegrasi tidak hanya berbicara soal skor, tetapi juga mencakup berbagai indikator seperti Indeks Integritas, Indeks Persepsi Korupsi, hingga Manajemen Risiko Indeks. Ini menjadi gambaran sejauh mana tata kelola pemerintahan berjalan dengan baik,” jelasnya.
Menurut Fathul, level SPIP menjadi indikator penting dalam menilai kualitas pengendalian internal pemerintah daerah. Level 3, yang menjadi target nasional sesuai arahan dalam RPJMN, menunjukkan bahwa sistem pengendalian sudah memadai dan mampu memberikan keyakinan atas tercapainya tujuan organisasi.
“Di level 3, kita punya keyakinan yang cukup bahwa tata kelola sudah berjalan baik, mulai dari efektivitas pencapaian program, keandalan laporan keuangan, pengamanan aset daerah, hingga kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini Pemkab Mimika tengah memulai kembali penilaian dari baseline untuk memastikan pengukuran yang lebih akurat dan komprehensif.
Melalui penguatan SPIP terintegrasi ini, Pemerintah Kabupaten Mimika optimistis mampu meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi hasil, sekaligus mempercepat pencapaian visi pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. (Red)
- Penulis: Admin
